KPU DAN BAWASLU PAPUA DIMINTA TEGAS SOAL INDIKASI PENYELEWENGAN EMPAT RIBU SURAT SUARA DI PUNCAK JAYA

share on:
Anggota DPR Papua, Kenius Kogoya. (Jubi/Arjuna)
Anggota DPR Papua, Kenius Kogoya. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 1/4 (Jubi) – Anggota DPR Papua Kenius Kogoya menilai, informasi adanya salah satu anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Puncak Jaya, Papua yang menyelewengkan 4.000 surat suara perlu ditelusuri KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua.

“KPU Papua dan Bawaslu harus menelusiri kebenaranya informasi itu. Jika memang ada indikasi pelanggaran, pelaku harus ditindak tegas,” kata Kenius lewat telepon selulernya, Selasa (1/4).

Menurutnya, jika terbukti benar yang bersangkutan sudah melanggar aturan karena dia adalah bagian dari lembaga penyelenggara pemilu yang seharusnya independen.

“Saya harap Bawaslu dan KPU Provinsi langsung mengambil sikap untuk memproses yang bersangkutan. Kabarnya, surat suara itu akan diberikan ke salah satu partai politik,” ujarnya.

Sementara KPU Papua membantah adanya informasi yang menyebut salah satu komisioner KPUD Puncak Jaya, Emaus Wonda menyelewengkan empat ribu surat suara setempat.

“Itu tidak benar. Di sana surat suara cukup banyak sehingga teman-teman membantu melipat. Beliau juga ambil empat ribu surat suara DPR RI untuk dilipat dengan keluarga karena upah lipat per lembar Rp1.000,” kata Ketua KPU Papua, Adam Arisoi, Selasa (1/4).

Menurut Adam, ketika surat suara selesai dilipat dan akan dikembalikan ke KPUD setempat, Emaus Wond, ditangkap polisi dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dengan tuduhan sengaja menyelewengkan surat suara.

“Jadi kita harus lihat niat baik beliau membantu melipat. Apalagi setelah surat suara dikembalikan dan disortir,  tidak ada surat suara yang rusak,” ujar Adam. (Jubi/Arjuna) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KPU DAN BAWASLU PAPUA DIMINTA TEGAS SOAL INDIKASI PENYELEWENGAN EMPAT RIBU  SURAT SUARA DI PUNCAK JAYA