SETAHUN BEROPERASI, PASAR WAMANGGO MASIH SANGAT SEPI

share on:
Ketua HIPPAM, Aly Syahbana sedang bicara. (Jubi/Frans L Kobun)

Merauke, 2/4 (Jubi) – Masyarakat yang berjualan di Pasar Wamanggo, merasa terobati dan dapat menyampaikan berbagai suka duka yang dialami serta dirasakan saat  Bupati Merauke, Romanus Mbaraka datang dan melakukan dialog secara langsung.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Ampera (Hippam), Ali Syahbana dalam dialog di salah satu kediaman salah seorang warga, Rabu (2/4) mengungkapkan, pihaknya menyadari jika banyak tugas dan tanggungjawab yang harus dijalankan serta dilaksanakan Bupati Merauke. Sehingga tidak hanya memfokuskan perhatian dengan mengurus Pasar Wamanggo.

Ali menjelaskan, kurang lebih satu tahun, Pasar Wamanggo telah dioperasikan.  Hanya saja, keluhan datang dari pedagang sendiri. Karena sangat sepi pembeli. Sehingga berdampak terhadap pemasukan yang didapatkan.  “Kami yakin dan percaya bahwa bapak mempunyai kiat tersendiri dalam meramaikan kembali Pasar Wamanggo tersebut,” ujar mantan jurnalis itu.

Ali mengungkapkan, pihaknya juga selalu membangun hubungan serta kerjasama baik bersama petugas Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Hanya saja, ada satu permintaan dari HIPPAM yang belum diresponi adalah los yang akan dimanfaatkan untuk berbagai urusan,  termasuk mengakomodir aspirasi para pedagang.

Pedagang lainnya, Ibu Naomi (45) tahun mengaku dirinya adalah korban kebakaran Pasar Ampera beberapa tahun silam. Saat itu, dijanjikan bahwa setelah Pasar Wamango dibangun, mereka mendapatkan priorioritas tempat. Namun, sampai sekarang tidak diberikan tempat jualan.

“Saya memohon kepada Bapak Bupati Merauke agar memperhatikan kami orang kecil. Sebab, sampai sekarang, tidak memiliki tempat jualan. Sementara harus membiayai pendidikan anak-anak juga,” ungkapnya sambil menangis.

Bupati Merauke Romanus Mbaraka mengaku, pihaknya mendapat banyak informasi tentang Pasar Wamanggo. Olehnya, ia memilih untuk datang sekaligus berdialog secara langsung. “Saya lebih memilih menemui pedagang dan mendengarkan apa yang dikeluhkan selama ini. Sehingga dapat diambil langkah penyelesaian,” ujarnya.

Ditambahkan, dalam penempatan para pedagang di Pasar Wamanggo, Dispenda meminta SK yang ditempati sebelum kebakaran. Karena banyak orang tidak jujur. Dimana, baru satu tahun berjualan, mengaku sudah belasan tahun. “Ini yang menjadi persoalan. Sehingga kita harus teliti dengan cermat kembali,” tandasnya. (Jubi/Frans L Kobun)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SETAHUN BEROPERASI, PASAR WAMANGGO MASIH SANGAT SEPI