WARTAWAN DILARANG EKSPOS KASUS HAKIM ANIAYA JAKSA DI SERUI

share on:
Seorang anggota Komisi Yudisial ketika berada di bandara Condronegoro, Serui dan menolak memberikan keterangan (Willy/Jubi)
Seorang anggota Komisi Yudisial ketika berada di bandara Condronegoro, Serui dan menolak memberikan keterangan (Willy/Jubi)

Serui, 4/4 (Jubi) – Seorang Hakim menganiaya jaksa berinisial MM. Wartawan dilarang memberitakan penganiayaan ini.

Seorang Hakim berinisial (EY) yang konon sehari-harinya menjabat sebagai Kepala Pengadilan Negri Serui diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang jaksa berinisial (MM) yang merupakan salah satu PNS di lingkungan Kejaksaan Negeri Serui.

Hal ini dibenarkan Kapolres Kepulauan Yapen AKBP.Gatot Suprasetya,SIK. Menurut Kapolres penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal (1/4) lalu. Polres Kepulauan Yapen menerima laporan polisi dari seorang jaksa berinisial (MM). Ia melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala Pengadilan Negeri Serui.
“Kita akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi. Karena menurut korban ia dianiaya di Pengadilan Negeri Serui. Kami akan proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Kapolres yang didampingi Kasat Resrkrim Iptu. Dody Tri Hendro,S,SH kepada Wartawan ketika dikonfirmasi jumat (4/4) kemarin.

Mengenai informasi kedatangan Komisi Yudisial (KY) dari Jakarta untuk melakukan penyelidikan atas kasus penganiyaan ini, Kapolres mengatakan tindak pidana yang telah dilaporkan ke Polres akan tetap akan diproses hukum.
“Ya silah saja KY melalukan penyelidikan internal di kejaksaan dan pengadilan. Tetapi kami Polres tetap menindaklanjuti tindak pidana yang dilaporkan,” terangnya

Sementara itu 2 anggota komisi Yudisial (KY) yang telah tiba di Serui sejak tanggal 2 April untuk melakukan penyelidikan atas kasus penganiyaan tersebut menolak memberikan keterangan kepada wartawan atas kasus ini. Pihak Kejaksaan Negeri Serui tampak menutup rapat-rapat informasi adanya kasus penganiayaan ini dari Wartawan.

Bahkan beberapa oknum jaksa yang sehari-hari bertugas di Kejaksaan Negeri Serui, menghalang-halangi wartawan untuk menemui dua anggota KY baik di hotel tempat mereka menginap atau di bandar udara Condronegoro, Serui.
“Tolong wartawan jangan di ekspos dulu kasusnya karena KY masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Sebenarnya kami kejaksaan tidak ingin kasus penganiayaan ini sampai tercium wartawan karena nanti akan heboh kasusnya,” ungkap salah satu oknum jaksa saat menghampiri wartawan.

Seorang jaksa lainya melarang wartawan untuk memotret 2 anggota KY yang hendak berangkat dari Serui ke Biak pagi kemarin, di Bandar udara Condronegoro Serui,
“Tolong sampaikan kepada dua wartawan media cetak yang pegang kamera, jangan difoto orang KY yang datang ke Serui lakukan penyelidikan kasus ini ya,” jelas Achi Runtuboy Reporter RRI Serui mengutip ucapan salah satu jaksa yang melarang kasus ini di liput Wartawan. (Jubi/Wily)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WARTAWAN DILARANG EKSPOS KASUS HAKIM ANIAYA JAKSA DI SERUI