KEJARI WAMENA SELIDIKI DUGAAN KORUPSI DI DEPAG YAHUKIMO

share on:
Kepala Kejaksaan Negeri Wamena, D.F Nalle (Jubi/Islami)
Kepala Kejaksaan Negeri Wamena, D.F Nalle (Jubi/Islami)

Wamena, 10/4 (Jubi) – Kejaksaan Negeri Wamena saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Yahukimo, terkait dengan rumah dinas dan kendaraan operasional Kantor Kementerian Agama Yahukimo yang diduga fiktif.

Kepala Kejaksaan Negeri Wamena, D.F Nalle, SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (10/4) mengatakan, penyelidikan perkara yang terjadi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Yahukimo telah dilakukan dengan memanggil beberapa pihak dari Kantor Kementerian Agama Yahukimo.

“Saya sudah panggil beberapa orang di Kantor Kementerian Agama Yahukimo dan harusnya datang hari ini (Kamis,red) tetapi tidak hadir tanpa alasan, maka kami akan layangkan panggilan kedua,” ujar Kajari Wamena.

Diakui Kajari, untuk kasus ini memang masih dalam tahap penyelidikan dan akan diteruskan ke tahap penyidikan sesuai data dan informasi sangat akurat yang dimiliki oleh Kejaksaan Negeri Wamena.

“Jadi, kasus ini terkait penyewaan kendaraan operasional dan rumah dinas kepala Kantor Kementerian Agama Yahukimo, dengan kerugian sekitar Rp1 milliar lebih sejak tahun 2008-2013. Ada  dokumen-dokumen yang dibuat fiktif.

Kajari mengatakan saat ini pihaknya baru sampai pada tahap penyelidikan seingga belum bisa menentukan para tersangka. “Tetapi  ke arah sana sudah ada, saksi sudah dimintai keterangan dari pegawai-pegawai Kantor Kementerian Agama Yahukimo,” tambah Kajari.

Selain kasus dugaan korupsi di Kantor Kementerian Agama Yahukimo, Kejaksaan Negeri Wamena juga tengah melakukan penyidikan terkait kasus pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Yalimo dan penggunaan dana Respek oleh pendamping Respek di salah satu distrik di Kabupaten Jayawijaya.

Untuk dugaan kasus tindak pidana korupsi pembangunan PLTMH di Yalimo, diakui Kepala Kejaksaan Negeri Wamena tersangkanya adalah dari perusahaan yang mengerjakan proyek PLTMH tersebut dengan kerugian mencapai Rp.5 Milliar lebih pada tahun 2011 hingga 2012.

Dijelaskan Kajari, perkara di Yalimo tersebut setelah ada SPK tanggal 1 Desember 2012 di mana seluruh dana pengerjaan PLTMH dicairkan seluruhnya, namun pekerjaan hingga kini belum terlaksana.

“Dana seluruhnya sudah dicairkan oleh rekanan tetapi belum bekerja. Kasus ini akan berkembang ke tersangka lainya, karena berada di bawah Satker Dinas Pekerjaan Umum Yalimo,” tegas Kajari D.F Nalle.

Sedangkan untuk penggunaan dana Respek oleh pendamping Respek untuk kepentingan pemilihan legislatif 2014, Kajari menambahkan masih dalam tahap penyelidikan dengan telah memeriksa sekitar 10 saksi dan tersangka pun telah ada.

“Jadi, saat ini Kejaksaan Negeri Wamena sedang menangani tiga kasus dugaan korupsi, di mana dua dalam tahap penyidikan dan satu penyelidikan yaitu di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Yahukimo,” tandasnya. (Jubi/Islami)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KEJARI WAMENA SELIDIKI DUGAAN KORUPSI DI DEPAG YAHUKIMO