DAP BALIM LAPAGO GELAR IBADAH PASKAH

share on:
Pastor John Jonga saat memimpin ibadah paskah (Jubi/Elisa)
Pastor John Jonga saat memimpin ibadah paskah (Jubi/Elisa)

Wamena, 12/4 (Jubi) – Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Balim Lapago menggelar ibadah Kebangkitan Tuhan Yesus Kristus (Paskah), Kamis (10/4) di Honai Adat Papua (DAP) Suku Hupla Sinapuk Wamena, Papua.

“Apa yang tertulis dalam firman Tuhan tentang anak yang hilang, harus juga terjadi terhadap anak-anak Papua, lebih khusus anak-anak Pegunungan Tengah yang pergi tidak melihat adat dan budaya di honai. Karena adat dan budaya itu juga diciptakan Tuhan Yesus. Maka anak Papua yang pergi harus kembali kepada honai sebagai tempat dimana dia lahir dan besar,” ujar Pastor John Jonga dalam kotbahnya di hadapan ribuan masyarakat adat dari beberapa DAP suku dan sub suku di Wilayah Balim Lapago, Kamis (10/4).

Lanjut Pastor, kebangkitan Tuhan Yesus ini juga menandakan masyarakat adat yang selama ini tertindas untuk bangkit bersama dengan Yesus Kristus sebagai pemenang. “Masyarakat adat harus bangkit bersama dengan Tuhan Yesus dalam Paskah ini. Ini saatnya kita tunjukan kesengsaraan kita yang sama dirasakan oleh Tuhan Yesus sebelum disalibkan di gunung Golgota,” jelasnya.

“Kita juga jangan diam seperti orang mati yang tidak bisa buat apa-apa. Karena kita punya kemampuan yang sama dengan orang lain di dunia ini,” lanjutnya.

Usai kotbah, Pastor John pimpin doa pengampunan atas perlakuan manusia terhadap Tuhan Yesus Yang mati untuk umat manusia di bumi, terutama bagi Bangsa Papua. Doa itu termasuk bagi Bangsa Papua yang telah gugur ditangan Bangsa yang berdemokrasi namun sebenarnya jahat ini. Supaya Bangsa Papua terus diberkati dan diberikan suatu kebebasan seperti bangsa lain di dunia.

Selain doa pengampunan, pastor juga meminta supaya Bangsa Papua bersatu padu untuk memperjuangan hak hidup Bangsa Papua di Tanah ini. “Jangan setiap saat harta kekayaan Bangsa Papua dicuri, dirampas dan dihina dengan kesengsaraan yang dirasakan oleh orang Papua seperti kesengsaraan Tuhan Yesus Kristus di Yerusalem sebelum disalibkan,” tegasnya.

“Maka disilimo (Tempat) ini, saya tegaskan supaya Bangsa Papua bersatu untuk satu hati hidup yang lebih baik. Jangan jual tanah sembarangan, jangan jual sesama kita untuk kepentingan pribadi, kelompok dan lain sebagainya,” tegasnya.

Sementara itu, Markus Haluk yang hadir dalam ibadah Paskah tersebut mengatakan, Bangsa Papua harus bersatu dalam Tuhan untuk membawah persoalan Papua di dunia internasional. “Bangsa Papua harus bersatu membawah persoalan Papua di dunia internasional,” ujar Markus Haluk.

Selain ibadah, Ketua DAP wilayah Balim Lapago, Lemok Mabel membacakan peryataan sikap terhadap, lembaga Eksekutif, Legislatif, yudikatif dan lembaga-lembaga kemanusiaan di Indonesai untuk menyelesaikan persoalan kemanusian yang berkepanjangan terjadi ini.

Beberapa butir peryataan sikapnya adalah, segera menghentikan pembunuhan etnis masyarakat pribumi. Gubernur Papua, Papua Barat, DPRP/DPRPB serta bupati-bupati untuk menjelaskan persoalan pembantaian-pembunuhan yang terjadi di Tanah Papua. Segera ungkap pelaku korupsi di Tanah Papua melalui lembaga KPK yang tidak terlalu nyata di Papua ini serta memintah perlindungan hak hidup masyarakat pribumi Papua.

Dan akhir dari ibadah tersebut pihak DAP Wilayah Balim Lapago memberikan penamatan atau pemberiam mandat perjuangan oleh kepada beberapa utusan sekretarist Dewan Adat Papua (DAP) dari Jayapura.

Ibadah tersebut dihadiri beberapa petinggi Dewan Adat Papua (DAP) dari sekretarist di Jayapura beserta beberapa lembaga HAM dan Mama Yosepa Alomang. (Jubi/Elisa)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DAP BALIM LAPAGO GELAR IBADAH PASKAH