DIPERKIRAKAN PERSEBARAN KEBUDAYAAN NUSANTARA DIMULAI DARI PAPUA

share on:

Peta Papua dalam sejarah ( Ist.)
Peta Papua dalam sejarah ( Ist.)

Jayapura,11/4 ( Jubi )—Balai Arkeologi Papua pada tahun 2013 lalu menemukan sebuah arca Polinesia berukuran kurang lebih 1 meter di sekitar wilayah Genyem Kabupaten Jayapura. Arca yang ditemukan ini mirip dengan arca-arca yang ditemukan di Indonesia bagian barat. Bedanya,  arca di Jayapura ukurannya lebih kecil.

Demikian diungkapkan Kepala Balai Arkeologi Papua, Irvan Mahmud kepada tabloidjubi.com, di ruang kerjanya, Jumat(11/4).

“ Penemuan Arca Polinesia ini penting, karena merupakan memberikan petunjuk jejak persebaran kebudayaan polinesia kepulauan pasific menuju ke Nusantara. Persebaran patung Polinesia ini sampai ke Sulawesi Tengah. Uniknya,  beberapa patung polinesia yang ditemukan di Jayapura, itu ukurannya lebih kecil dibandingkan dengan yang ditemukan di daerah Sulawesi,” kata Irvan Mahmud.

Penemuan arca di Genyem, menunjukkan ternyata pengaruh Pasific masuk pertama melalui Papua,  lalu ke Sulawesi Tengah. Hal ini sangat menarik. Semakin  ke barat, arcanya semakin besar. “Di sini ( Jayapura ) masih ukuran 1 meteran, kalau di Sulawesi sekitar 2 meter. Ada bentuk matanya, hidungnya. Semakin  ke arah barat,arcanya berukuran besar. Ini menunjukkan bahwa awal mula pembuatan arca dimulai dari timur ( Papua ),”tegas Irvan.

Ditambahkan, mungkin karena komunitasnya kecil atau hanya terdiri dari beberapa orang, sehingga  arcanya dibuat kecil sesuai kemampuan. Lalu komunitas ini berkembang menjadi lebih besar ke arah barat, sehingga mereka mampu membuat arca yang lebih besar, karena komunitasnya besar.

”Tapi teknologi yang digunakan tetap sama, hanya jumlah komunitasnya yang mempengaruhi ukuran arca,” jelasnya.

Hal ini memberi petunjuk, jika peradaban orang polinesia kepulauan Pasific dimulai dari Papua. Lalu bergerak  dan berkembang ke arah barat Nusantara.

Sementara itu, salah satu pemerhati arkeolog Papua, Awang H Satyana, mempertanyakan mengapa jarang terdengar penemuan arkeologi di Papua? Apakah karena manusia purba memang sedikit sekali bermigrasi ke Papua atau  penelitian arkeologi jarang sekali dilakukan di Papua? Awang yakin alasan nomor dualah yang paling mungkin sebagai penyebabnya.

Sebabm di  Papua Nugini (Papua New Guinea, PNG)) dilaporkan penemuan beberapa situs hunian manusia purba, terutama di kawasan pantai utaranya. Ini artinya bahwa Papua (Indonesia) mestinya pernah dilewati manusia purba ini dalam migrasinya dan bisa saja sebagian dari mereka pernah menetap di gua-gua Papua yang banyak terdapat.

Penelitian-penelitian arkeologi untuk Papua, baik dilakukan oleh ahli-ahli nasional maupun dari mancanegara terbilang sangat sedikit bila dibandingkan penelitian-penelitian sejenis di area Indonesia Barat dan terutama Jawa. Misalnya, buku bagus, terbaru dan komprehensif tentang prasejarah Indonesia yang ditulis oleh ahli arkeologi terkenal Peter Bellwood (2000), diterjemahkan oleh PT Gramedia, hanya sedikit membahas prasejarah Papua.

“Memang Belwood mengkhususkan dirinya meneliti arkeologi Asia Tenggara dan terutama wilayah Indo-Malaya,” kata Awang. (JUBI/Albert Yomo)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DIPERKIRAKAN PERSEBARAN KEBUDAYAAN NUSANTARA DIMULAI DARI PAPUA