TEROR PEMILU DI PAPUA

share on:
Pemilu 2014 (Foto: IST)
Pemilu 2014 (Foto: IST)

Jayapura, 12/4 (Jubi/Elsham) – Pemilu di Papua tak lepas dari teror. Dari Bintang Kejora yang berkibar di Taman Kanak-Kanak hingga Helikopter yang “bertamasya” di Weyadide.

Beberapa hari menjelang pelaksanaan pemilihan umum untuk Anggota Legislatif (Pileg) Nasional maupun lokal di Indonesia, intensitas konflik di wilayah Papua semakin meningkat. Kondisi tersebut ditandai dengan adanya aksi pengibaran bendera Bintang Kejora dan saling tembak antara aparat TNI/Polri vs ‘Kelompok Sipil Bersenjata’. Bertepatan dengan hari pelaksanaan Pileg yang jatuh pada tanggal 9 April 2014, terjadi dua insiden teror secara terpisah di Fakfak dan Paniai.

Fakfak Koordinator Pos Kontak Elsham di Fakfak melaporkan via telpon bahwa pada hari Rabu (9/04), pukul 05.00 waktu setempat, bedera Bintang Kejora yang dicetak secara amatir dengan menggunakan cat minyak, terlihat berkibar di beberapa titik tertentu. Bendera pertama ditemukan berkibar di Taman Kanak-kanak Yayasan Pendidikan Islam (TK Yapis), jalan Sutoyo, samping Mesjid Almunawarah Kabupaten Fakfak. Bendera lainnya juga dikibarkan pada sebuah pohon Nangka di Jalan Brawijaya. Sementara bendera lainnya juga ditemukan berkibar di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 1 Kokas, distrik Kokas, Kabupaten Fakfak. Pengurus Masjid Almunawarah Kabupaten Fakfak, kemudian menurunkan bendera bintang kejora yang ditemukan berkibar di TK Yapis, lalu menyerahkannya kepada aparat kepolisian di Mapolres Fakfak. Hingga laporan ini dibuat, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab terhadap aksi pengibaran bendera ‘Bintang Kejora’ di kabupaten Fakfak.

Sedangkan dari Paniai dilaporkan, pada 9 April 2014, pukul 11.30 waktu setempat, sebuah helikopter terlihat terbang berputar-putar di atas lembah Weyadide, Paniai, Enarotali. Helikopter tersebut melintas di atas lokasi bekas markas OPM pimpinan Tadius Yogi yang telah dibakar oleh pasukan gabungan TNI/POLRI pada 13 Desember 2011. Helikopter itu tidak mendarat di Eduda, tetapi terlihat terus terbang melintasi kampung Yegemei dan Yagiyo menuju ke Enarotali melalui Distrik Bibida, hulu sungai Weya. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi yang dilalui oleh helikopter merasa resah. Masyarakat masih teringat dengan ucapan Kapolres Paniai pasca operasi penyerangan ke markas OPM di Eduda, yang mengintimidasi warga agar tidak memberi makan dan memberi ijin lokasi untuk membangun kembali markas OPM di sekitar perkampungan Wegamo. Apabila masyarakat tidak mengindahkan peringatan tersebut, maka Kapolres Paniai akan mengirim pasukan untuk melakukan operasi tumpas. (Jubi/Elsham Papua)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  TEROR PEMILU DI PAPUA