PPLP PAPUA “MISKIN” SARANA-PRASARANA BERLATIH

share on:
Kabid Olahraga Pembudayaan, Carolino Ivakdalam. (Jubi/Alex)
Kabid Olahraga Pembudayaan, Carolino Ivakdalam. (Jubi/Alex)

Jayapura, 17/4 (Jubi) – Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Papua terus berupaya memajukan olah raga Papua dengan menggodok para generasi usia muda yang ada di wilayah paling Timur di Indonesia ini. Namun kurangnya sarana dan prasarana untuk berlatih menjadi salah satu kendala yang dihadapi.

” Banyak kegiatan terkendala dengan sarana dan prasarana untuk berlatih. dana yang kami punya minim,” kata Kepala Bidang Olah Raga Pembudayaan Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Carolino Ivakdalam usai pelepasan kontingen PPLP Sepakbola Papua, di Kantor Gubernur Jayapura, Papua, Kamis (17/4).

Mengenai sarana dan prasarana, mantan Pesepakbola era-90 an ini mengatakan bahwa fasilitas yang ada saat ini sebagian sudah habis terpakai, sedang yang lainnya merupakan inventaris Dinas Olah Raga dan Pemuda, bahkan ada yang milik pribadi seperti olah raga beregu.

Karena itu dirinya berharap, kondisi ini bisa terbantu dengan akan dibangunnya sekolah khusus olah raga di kawasan Bumi Perkemahan Waena Kota Jayapura.

“Ada satu sekolah yang baru dibuka oleh Pemerintah Provinsi Papua khusus untuk olah raga. Mungkin lewat sekolah ini, ke depan akan dibangun fasilitas yang khusus untuk menjawab persoalan-persoalan yang selama ini dihadapi PPLP,” harapnya.

Saat ditanya soal keikutsertaan PPLP Sepakbola Papua di Kejuaran Nasional PPLP se-Indonesia, Carolino mengatakan, program itu merupakan milik kementerian dan Pemerintah Papua dalam hal ini Dinas Olah raga dan Pemuda.

Di PPLP sendiri, tercatat ada 13 cabang olahraga, salah satunya sepakbola. Semua cabang itu memiliki kalender kegiatan di tahun yang sama, serta dievaluasi oleh Kementerian maupun dari Pemda.

Sepakbola sendiri, sudah ada sejak 1986 dan tahun ini, Kejurnas akan diselenggarakan di Jawa Barat dengan mempertemukan 20 tim dari semua provinsi yang ada di Indonesia yang memiliki PPLP dan PPLD.

“Atlet kita rekrut dari seluruh kabupaten/kota se-Papua, baik itu Biak, Merauke, Jayapura bahkan kabupaten-kabupaten di daerah Pegunungan juga ada yang terwakili. Ini bagian dari pembinaan dan program dari Dinas Olah Raga dan Pemuda,” jelasnya.

Khususnya cabang sepakbola, para atlet/siswa sudah bertahun-tahun dibina oleh pihaknya di PPLP Papua, bahkan ada siswa yang sudah enam tahun menempuh pendidikan.

Menurutnya, perekrutan atlet dilakukan sejak mereka duduk di bangku SMP dan SMA, jadi pada dasarnya PPLP ini sama dengan sekolah khusus olah raga yang ada di Jakarta.

“Memang sejak para atlet mengikuti Pekan Olah Raga Pelajar Nasional (Popnas) ada vakum selama enam bulan. Tim sepakbola sendiri baru berlatih selama dua bulan. Jadi kita tidak memberikan target pada tim ini, tapi kita punya target untuk pemain adalah ajang seleksi untuk Asian School di Solo. Jadi satu, dua atau tiga pemain terpilih untuk pencarian bakat di Bogor itu sudah luar biasa bagi kita. Yang penting dari 18 pemain yang kita kirim untuk mengikuti kejurnas ada yang terpilih,” katanya.

Sebelumnya Panitia Kerja (Panja) Pendidikan dan Kesehatan Komisi E DPR Papua, mengapresiasi dibentuknya SMA Negeri Khusus Olahraga (Smakor) di kawasan Buper Waena.

Selain belajar, mereka juga berlatih olah raga. Jadi Papua emas atau generasi emas Papua serta gudang atlet ada di sana. Ketika akan Training Center tidak perlu lagi terlalu repot mencari atlet. Dalam rangka persiapan PON saya pikir Smankor sangat tepat,” kata Kenius Kogoya. (Jubi/Alex)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PPLP PAPUA “MISKIN” SARANA-PRASARANA BERLATIH