4.000 SURAT SUARA DI SARMI TERINDIKASI “BAU” POLITIK UANG

share on:
Jumpa Pers LP3 NKRI (Jubi/Aprila)
Jumpa Pers LP3 NKRI (Jubi/Aprila)

Jayapura, 20/4 (Jubi) – Lembaga Pemantau Penyelenggaraan Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3 – NKRI) menemukan pelanggaran dalam Pelaksanaan Pemilu Legislatif pada 9 April lalu di Kabupaten Sarmi, terfatal adalah temuan 4.000 surat suara pemilih yang dibagikan kepada masyarakat dengan iming-iming kupon berhadiah (Money Politics) agar memilih salah satu Calon Legislatif (Caleg).

Pencoblosan yang diiming-imingi kupon berhadiah, dilakukan oleh salah satu partai politik (Parpol) di Daerah Pemilihan (Dapil I), tepatnya di Lapangan Kiren, SP I, Distrik Bonggo,” ungkap Nurwahidah, Ketua Tim Pemantau Pemilu dari LP3 kepada wartawan di Hotel Meta Star Waena, Jayapura, Minggu (20/4) petang.

Lanjutnya, masyarakat setempat diberi kertas suara lalu diminta mencoblos caleg tertentu dan kemudian diberi satu kupon yang diundi dengan hadiah utama satu motor Byson, mesin cuci, kulkas, kompor Hock dan telepon seluler.

Padahal, ungkapnya lagi, hadir di tempat pemilihan tersebut anggota Panwas Distrik dengan inisial CK dan DS.

Kabupaten Sarmi terdiri dari 3 Dapil yaitu Dapil I yang terdiri dari Dapil Bonggo, Bonggo Timur, Pantai Timur dan Pantai Timur Barat. Dapil II yaitu Kota Sarmi, Dapil III yaitu Sarmi Timur, Sarmi Selatan, Pantai Barat, Tor Atas dan Apawer Hulu.

Adapun Parpol pelaku kecurangan di antaranya PDI-P, Partai Golkar, Partai Hanura, Partai Demokrat dan PPP. Tercatat 112 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah DPT sebanyak 26.244.000 di wilayah itu.

Laporan dari YPA dimana dirinya mengaku menerima uang senilai Rp. 200.000,- dari salah satu caleg PBB atas nama calegJM dari Dapil II,”tutur Nurwahidah lagi.

Ada juga pencoblosan dua kali yang dilakukan keluarga dan kerabat Caleg. Ada saksi HS yang melihat RMD, ipar dari JM telah melakukan dua kali pencoblosan yaitu di TPS 02 dan 03 di Dapil II serta melihat TNY, orang kepercayaan dari RSP, caleg dari Partai Gerindra melakukan pencoblosan di TPS 04 dan TPS lainnya di Dapil III.

Selain dua pelanggaran di atas, pelanggaran lainnya yaitu mobilisasi masa dari caleg AL dari Partai Gerindra pada TPS 08 dapil II dengan menggunakan KTP, tetapi terdapat sebelas anak di bawah umur yang masih berstatus pelajar SMP” kata Nurwahidah.

Adapun kesebelas nama anak yang dimobilisasi yang dihimpun LP3 NKRI di lapangan, masing-masing berinisial SW (15), JT (15), SB (15), BA(15), PA(14), DW (16), DB (15), TB (16), DoW (14), LI (16), dan LU (14).

dia menegaskan, berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, maka semua tindakan pidana pemilu yaitu berupa tindak pemilu yang digolongkan sebagai pelanggaran yaitu Pasal 273 s/d 291 , menurutnya pelanggaran ini harus segera ditindaklanjuti oleh Panwaslu Kabupaten Sarmi.

Terkait berbagai pelanggaran ini, Yoseph Twenty, Ketua KPU Kabupaten Sarmi memberikan apresiasi atas penemuan LP3 NKRI ini. “Laporan sudak kami terima dan sudah ditindaklanjuti dengan melanjutkan laporan ini ke KPU dan Bawaslu Papua,” ujar Yoseph  (Jubi/Aprila)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  4.000 SURAT SUARA DI SARMI TERINDIKASI “BAU” POLITIK UANG