ICAKAP: GEREJA ADALAH PINTU KEBERSAMAAN ORANG PAPUA

share on:
Paskah Nuansa Papua (Jubi/Aprila)
Paskah Nuansa Papua (Jubi/Aprila)

Jayapura, 22/4 (Jubi) – Ketua Ikatan Cendekiawan Awam Katolik Papua (ICAKAP), Apolo Safanpo, mengatakan gereja merupakan pintu bagi kebersamaan bagi orang Papua.

Ini adalah perayaan Paskah nuansa Papua yang ke-10. Dulu, leluhur kita dekat sekali dengan penguasa atau pencipta alam karena mereka percaya, ada yang menciptakan alam semesta,” kata Apolo dalam Paskah Nuansa Papua yang diselenggarakan di SMU Taruna Bhakti, Waena, Jayapura, Senin (21/4).

Menurutnya ketika gereja masuk, gereja membenarkan hal tersebut. Gereja juga menyebut pencipta itu namanya Allah yang disembah hingga hari ini.

Seiring perkembangan jaman, manusia merasa Allah itu jauh dari umatnya, karena cara berkomunikasi dengan Allah bergeser dari cara-cara yang dipakai nenek moyang kita dulu.

Dulu, ketika terjadi bencana, leluhur akan meyakini sebagai kemarahan dari Allah atas ketidaksetiaan kita. Masyarakat selanjutnya akan memberikan persembahan ke laut, pohon atau gunung,” ungkap dosen di Universitas Cendrawasih ini.

Menurut Apolo, dulu semua umat dihimpun dalam kebersamaan di gereja, tapi ketika negara ini terus berkembang dan sampai pada Otsus dan juga pemekaran yang kemudian membuat umat terkotak-kotak.

“Satu-satunya pintu yang dapat dipakai untuk menjaga kebersamaan adalah gereja dengan tugas yaitu membuat umat Tuhan sejahtera,” jelas Apolo.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Giay yang selama beberapa tahun terakhir kerap hadir dalam Paskah Nuansa Papua mengatakan, ini adalah kebersamaan orang Papua, tapi ini juga menjadi koreksi bagi pemimpin gereja.

“Jangan sampai gereja terlambat melepaskan inkulturasi Orang Papua untuk masuk dalam liturgi resmi gereja,” katanya.

Kalau ini tak dilakukan, dirinya kuatir suatu saat orang Papua minta misa sendiri. “Bahaya! dan ini tidak dikehendaki Tuhan. Lagu-lagu daerah seharusnya bisa dimasukan menjadi selingan dalam liturgi gereja. Jangan sampai dari pembukaan hingga akhir tidak ada nunsa Papua. Sebagai orang awam gereja, itu menjadi catatan untuk pemimpin gereja,” katanya. (Jubi/Aprila)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ICAKAP:  GEREJA ADALAH PINTU KEBERSAMAAN ORANG PAPUA