POLDA TERJUNKAN TIM KHUSUS, PASCA BENTROK WARGA DI SORONG

share on:
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Tito Karnavian (Jubi/Indrayadi TH)
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Tito Karnavian (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura, 22/4 (Jubi) – Pasca bentrok warga di Kota Sorong, Papua Barat, Kepolisian Daerah (Polda) Papua membentuk tim khusus guna menelusuri pihak ketiga yang melempar isu tak benar kepada masyarakat.

Tim khusus dari Polda Papua itu pada Selasa pagi tadi (22/4) diterbangkan ke Kota Sorong yang dipimpin langsung Wakapolda Papua, Brigadir Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw.

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengaku Senin sore (21/4) kemarin telah dilakukan langkah-langkah untuk menormalkan situasi.

“Saya menyayangkan kejadian ini terjadi, sebetulnya kalau dipikir secara jernih, situasi disana hanya salah komunikasi dan salah informasi itu berkembang cukup cepat,” tegas Tito kepada sejumlah jurnalis usai menggelar pertemuan tertutup soal Pemilu bersama Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih dan KPU di Aula Cenderawasih, Mapolda Papua, Selasa (22/4).

Kasus pertama itu berawal, dikatakan Tito, dari orang dibawah pengaruh minuman keras (Miras) berlakohol, tapi isu yang bekembang dibuat seolah-olah ada unsur kesengajaan dan lain-lain. “Padahal jelas pelakunya orang mabuk,” ujar Tito.

Langkah pertama yang dilakukan untuk meredam situasi itu, Kapolres, Korem, Dandim, Wakil Walikota, para tokoh agama, dan para tokoh masyarakat langsung turun ke lapangan.

“Disana ada Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) ada juga Forum Antar Suku (Forkas), sehingga, Senin (21/4) kemarin sudah memberikan pernyataan bersama dan mereka sudah berdiskusi dan sebetulnya masalah kriminal murni, tapi ada isu tak benar yang mungkin dikembangkan pihak ketiga,” imbuh Tito.

Tito berharap agar semua warga di Sorong tak mudah terprovokasi dengan isu yang dikembangkan melalui Short Message Service (SMS) melalui media sosial lainnya.

“Ada gambar-gambar provokatif, korban meninggal dan lain-lain, padahal foto itu kapan? Bukan foto pada Senin (21/4) kemarin dan penegakan hukum tetap kami lakukan, yang melempar batu,” ujar Tito.

Sebelumnya, bentrok warga pecah di Kota Sorong, Papua Barat, akibat bentrok tersebut beberapa warga luka-luka, satu anggota TNI terkena panah dan Kapolres Sorong terkena lemparan batu.

Komandan Kodim 1704/Sorong, Letnan Kolonel (TNI) Rahman Yadi mengatakan pelaku diduga dipengaruhi miras  dan kini belum diketahui identitasnya menganiaya seorang warga atas nama Soleh Johar pada Senin (21/4) sekitar pukul 05.30 WIT pagi.

Akibat pemukulan ini, massa dari korban pemukulan berjumlah sekitar 300-an orang mencari pelaku. “Massa dari Kompleks Yohan, ternyata juga telah bersiap dengan senjata tajam. Dandrem 171/PVT, Brigjen TNI Joko Subandrio juga sempat menenangkan massa, namun tetap tak didengar. Bentrok pun tak dapat dihindarkan,” kata Rahman saat dikonfirmasi, Senin (21/4).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono menyesalkan adanya insiden berdarah yang terjadi di Kota Sorong, seharusnya, kasus ini tidak perlu terjadi jika masyarakat berfikir jernih dan tidak mudah terprovokasi.

“Penganiayaan terhadap seorang warga yang terjadi pada dini hari pagi tadi motifnya adalah pemalakan terhadap korban yg juga adalah kriminal murni,”ujar Pudjo. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  POLDA TERJUNKAN TIM KHUSUS, PASCA BENTROK WARGA DI SORONG