DISTRIK WAMENA KOTA PENGHITUNGAN ULANG, PLENO KEMBALI MOLOR

share on:
Suasana rapat pleno hari ketiga KPU Jayawijaya. (Jubi/Islami)
Suasana rapat pleno hari ketiga KPU Jayawijaya. (Jubi/Islami)

Wamena, 25/4 (Jubi) – Setelah ditunda  pada hari kedua (Rabu, 23/4) akibat ada beberapa PPD yang belum memasukan hasil rekapitulasi penghitungan suara, pleno penghitungan suara hasil Pemilu 2014 tingkat Kabupaten Jayawijaya kembali digelar Kamis (24/4).

Namun pada Kamis (24/4) juga masih ada beberapa distrik yang bermasalah, sehingga pleno dilanjutkan pada Jumat (25/4) di Gedung DPRD Jayawijaya.

Dari pelaksanaan pleno Jumat (25/4) disepakati bahwa untuk PPD Wamena Kota harus dilakukan penghitungan ulang, karena hampir seluruh saksi dari partai politik maupun para caleg memprotes pembacaan hasil rekap suara yang dibacakan ketua PPD Wamena Kota, Ner Wanimbo.

Pasalnya, saksi-saksi menilai bahwa apa yang dibacakan ketua PPD Wamena Kota jauh berbeda hasilnya dengan apa yang dilaksanakan pada pleno tingkat PPD.

Sontak, adu mulut dan ketegangan sempat mewarnai jalannya pleno hari ketiga sehingga sesuai dengan keputusan Panwas Jayawijaya bahwa khusus di PPD Wamena Kota harus dilakukan penghitungan suara ulang.

Ketua KPU Jayawijaya, Adi Wetipo mengatakan, sesuai dengan rekomendasi Panwas PPD Wamena Kota akan dilakukan penghitungan ulang, sehingga hal ini akan menghambat proses baik di tingkat provinsi maupun pusat.

“Kami sudah sudah berbicara dengan Panwas agar untuk di tingkat pusat dalam hal ini DPR RI, DPD dan DPR Provinsi itu yang diklarifikasi terlebih dahulu DPR kabupaten menyusul, sehingga waktu tahapan jadwal yang sudah dikeluarkan oleh provinsi itu tidak tertunda,” ujar Adi Wetipo kepada wartawan disela-sela pleno hari ketiga, Jumat (25/4).

Dalam pleno tersebut juga, ada dua distrik lainya harus diklarifikasi ulang sehingga Ketua KPU Jayawijaya menskors pleno pada pukul 18.00 WIT.

Diakui Ketua KPU, pleno lanjutan untuk PPD Wamena Kota harus segera dilaksanakan, mengingkat di tingkat provinsi pleno telah dilakukan sehingga tidak menghambat dalam pleno di KPU Jayawijaya.

“Kemungkinan untuk PPD Wamena Kota akan dilanjutkan besok (Sabtu) untuk plenonya, namun hal ini juga sudah dikoordinasikan dengan KPU Provinsi Papua di mana untuk KPU Jayawijaya paling telat Senin (28/4) seluruh hasil rekap telah masuk ke provinsi,” terangnya.

Dijelaskan pula, keterlambatan pleno di tingkat KPU Jayawijaya disebabkan banyak PPD yang belum memasukan hasil rekap sehingga menyulitkan KPU dalam melaksanakan pleno, di mana KPU Jayawijaya harus menjemput langsung ke lapangan.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Jayawijaya, Laurens Lagoan mengakui, protes yang dilayangkan para saksi khusus di PPD Wamena Kota ini suara yang diraih di tingkat KPPS maupun PPD berbeda saat pleno di tingkat kabupaten.

“Perolehan terjadi disaat tingkat KPPS ada perolehan yang didapat dan dibuat dalam berita acara kemudian saat pleno tingkat distrik angka itu muncul tetapi saat pembcaan di pleno tingkat kabupaten perolehan caleg itu hilang,” jelas Lagowan disela-sela rapat pleno KPU Jayawijaya.

Panwaslu Jayawijaya juga merekomendasikan KPU agar sesegera mungkin melakukan penghitungan ulang di PPD Wamena Kota, sehingga sesuai jadwal yang telah diminta kepada KPU Provinsi untuk pleno Jayawijaya pada Senin (28/4) tidak terhambat lagi.

Ditambahkan Laurens, terhambatnya penyerahan hasil rekapitulasi ke tingkat provinsi disebabkan tidak konsistenya penyelenggara di tingkat bawah, baik itu KPPS maupun PPD dengan perolehan suara yang diraih oleh caleg-caleg.

“Sehingga terkesan penyelenggara membiarkan bahkan menghilangkan suara-suara yang diraih bahkan bermain dalam tanda kutip,” tegasnya. (Jubi/Islami)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DISTRIK WAMENA KOTA PENGHITUNGAN ULANG, PLENO KEMBALI MOLOR