LOGO KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG MENYISAKAN LUKA?

share on:
Logo Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, hasil karya Semi Deda.
Logo Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, hasil karya Semi Deda.

Oksibil, 25/4 (Jubi) — Logo Kabupaten Pegunungan Bintang yang dipakai hingga saat ini, merupakan hasil sayembara yang digelar 7 tahun lalu, atau tepatnya tahun 2007.

Pemenang utama desain logo tersebut dijanjikan hadiah uang sebesar Rp75 juta. Tapi apa yang terjadi? Sang pemenang hanya mendengar nominal uang, namun wujudnya tak jelas hingga saat ini.

“Jadi saya berjuang keras mencari materi untuk mendesain logo itu, dan akhirnya karya saya itu yang terpilih,dan berhak atas hadiah Rp 75 Juta,” ungkap Semi Deda, pemenang utama sayembara logo Kabupaten Pegunungan Bintang.

Suasana ketika itu, lanjut Semi, begitu meriah, karena semua teman maupun pejabat Pemerintahan Kabupaten Pegunungan Bintang memberikan ucapan selamat. Istrinya juga begitu riang gembira, karena hadiah 75 juta yang diburuh 21 peserta sayembara, ternyata jatuh ke tangan suaminya. Tapi sayang, wujud dari Rp 75 Juta itu, hingga 7 tahun berlalu, tidak dilihat oleh Semi Deda dan istrinya.

Semi dan istrinya ini sebenarnya tidak tinggal diam, berbagai upaya telah dilakukan sampai harus menemui orang nomor satu di Kabupaten Pegunungan Bintang, yakni sang Bupati Welington Wenda. Bupati Wenda juga sebenarnya sudah merespon baik, dengan memberikan memo kepada bawahannya untuk diproses cepat. Tapi entah, kesalahan ada di mana? Wujud uang itu tetap tak terlihat oleh Semi dan istrinya.

“Saya dan istri ketika itu langsung bertemu dengan Bupati, dan Bupati sangat marah mendengar hal itu, lalu Bupati membuat memo ditujukan kepada Sekda, Asisten dan Bagian Umum untuk segera memproses pencairan dana 75 Juta. Tapi sampai sekarang, saya tidak tahu dana itu ada di mana? Siapa yang ambil?” ungkap Semi Deda dengan nada tanya.

Istrinya, Yuliana, menambahkan, jika mereka ingin menuntut ke pemerintah daerah, tetapi hampir semua pejabat yang saat itu bertanggung jawab dan masih menjabat di Pegunungan Bintang sudah pindah ke daerah lain, sehingga mereka tidak bisa berbuat banyak. “Ingin menghadap kembali lagi ke bupati, tapi kami sudah malu. Biarlah Tuhan yang membalas mereka yang telah berbuat jahat,” tandasnya. (Jubi/Albert)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  LOGO KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG MENYISAKAN LUKA?