SEBUT PERTANYAAN WARTAWAN BODOH, JACKSEN TIAGO SEPERTI PELATIH PEMULA SAJA

share on:
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago. (Jubi/Arjuna)
Pelatih Persipura, Jacksen F Tiago. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 25/4 (Jubi) – Sikap pelatih Persipura, Jacksen F Tiago yang tersinggung ketika ditanya wartawan apakah ada main mata atau sepak bola gajah ketika ‘Mutiara Hitam’ takluk 0-2 dari Home United, Rabu (23/4) lalu jadi bahan perbincangan dikalangan kuli tinta.

Sejumlah pekerja pers menilai penyataan Jacksen yang menyebut pertanyaan salah satu wartawan lokal merupakan pertanyaan bodoh, adalah kata-kata yang tak pantas diucapkan seorang pelatih profesional seperti Jacksen.

Ketua AJI Jayapura, Victor Mambor mengatakan, sikap Jacksen yang tersinggung ketika ditanya sepak bola gajah membuat pria Brasil itu terlihat seperti pelatih pemula. Sebagai seorang pelatih berpengalaman dan professional, dia tidak pantas menyebut pertanyaan wartawan bodoh.

“Dia adalah pelatih yang sudah beberapa kali juara tapi kenapa dia justru tersinggung ditanya seperti itu. Ia seperti pelatih pemula saja,” kata Victor Mambor, Jumat (25/4).

Menurut Victor, Persipura dan Jacksen sendiri bisa jadi besar seperti sekarang ini, itu tak lepas dari peran media selama ini yang selalu memberitakan perkembangan tim ‘Mutiara Hitam’. Bukan hanya karena Jacksen seorang.

“Persipura besar bukan hanya karena Jacksen saja, tapi itu juga karena teman-teman media. Bagaimanapun hebatnya Persipura kalau tanpa publikasi media sama saja tak ada gunanya,” ujarnya.

Ditempat yang sama Wartawan Tempo di Jayapura, Cunding Levi mengatakan, Jacksen Tiago menunjukkan sikap tak professional menjawab pertanyaan wartawan yang menduga adanya main mata di laga Persipura melawan Home United.

“Kalau saja dia professional dia tentu akan jawab pertanyaan wartawan secara professional. Tidak perlu marah atau tersinggung. Justru itu menimbulkan kecurigaan ada apa sebenarnya,” kata Cunding Levi.

Menurutnya, Jacksen hadir di ruang konferensi pers sebagai pelatih Persipura bukan atas nama pribadi. Begitu juga dengan wartawan, mereka membawa nama media masing-masing.

“Wajar kan kalau ada sesuatu yang tak biasanya kemudian wartawan tanyakan. Kenapa harus disebut pertanyaan bodoh. Coba lihat pelatih tim-tim di Eropa, dihujani pertanyaan seperti apapun oleh wartawan tetap memberikan jawaban professional,” ujar Cunding.

Sebelumnya, Jacksen F Tiago tersinggung dan menunjukkan sikap tak bersahabat ketika ditanya wartawan mengenai dugaan sepakbola gajah di laga Persipura melawan Home United.

“Saya tegaskan tak ada permainan sepak bola gajah dan saya juga kecewa dengan hasil akhir pertandingan ini. Tuhan yang akan menghakimi saya, kalau saya iya kan. Seharusnya saya tidak perlu menjawab pertanyaan ini, pertanyaan yang bodoh. Kalau wartawan tidak suka saya, silahkan bicara dengan Ketua Umum agar saya diganti,” kata Jacksen kala itu. (Jubi/Arjuna) 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SEBUT PERTANYAAN WARTAWAN BODOH, JACKSEN TIAGO SEPERTI PELATIH PEMULA SAJA