BAWASLU LAPORKAN KOMISIONER KPU BOVEN DIGOEL KE KPU PAPUA

share on:
Ketua Bawaslu Papua, Pdt Roberth Horik (Jubi/Indrayadi TH)
Ketua Bawaslu Papua, Pdt Roberth Horik (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura, 28/4 (Jubi) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua merekomendasikan pada KPU Papua untuk menindaklanjuti permasalahan KPU Boven Digoel yang diduga melakukan pelanggaran. Pelanggaran ini terungkap saat pleno, Jumat (25/4) lalu di Hotel Aston Jayapura..

“Pertama bahwa Bawaslu merekomendasikan kembali pada rekapan ditingkat Kabupaten. Yang kedua pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara adalah pelanggaran kode etik dan pelanggaran pidana,” kata Ketua Bawaslu Papua, Pendeta Roberth Horik, Senin (28/4)

Pelanggaran kode etik menurut Horik, sudah didorong kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pihaknya sudah mengklarifikasi dan sementara sedang proses di Bawaslu.

“Ya, kalau pelanggaran kode etik nanti kita lihat. Misalnya ada laporan masyarakat dan mungkin temuan dari Bawaslu tentang penyelenggara yang kemudian keluar dari asas-asas penyelenggara,” ujar Horik.

Dari awal waktu mau rekap, Horik sudah mendapatkan informasi, dalam rekap tingkat kabupaten tersebut Panwas Kabupaten Boven Digoel tidak diberikan hak bicara oleh ketua KPUD Boven Digoel. Pihaknya menduga ada indikasi terjadinya perubahan yang dibuktikan dalam forum Jumat kemarin, (25/4).

Sebelumnya, Ketua KPU Papua, Adam Arisoy mengatakan dalam rekapan KPU Boven Digoel dalam pleno KPU Provinsi Papua ada selisih dengan rekapan di tingkat Kabupaten.

“Berdasarkan bukti yang ada rekap itu tidak disahkan dan harus diperbaiki.” kata Arisoy.

Dalam rekapitulasi tersebut, menurut Arisoy, ada beberapa partai politik yang suaranya sengaja di hilangkan, seperti PKS dan Gerindra. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BAWASLU LAPORKAN KOMISIONER KPU BOVEN DIGOEL KE KPU PAPUA