CABANG LOMBA PON XX TAK BOLEH DIGELAR DI PAPUA BARAT

share on:
Gubernur Papua, Lukas Enembe (Jubi/Levi)
Gubernur Papua, Lukas Enembe (Jubi/Levi)

Jayapura, 29/4 (Jubi) – Sesuai arahan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, pelaksanaan PON XX di Papua hanya bisa dilakukan di satu provinsi saja. Hal ini menjawab permintaan KONI yang meminta pelaksanaan PON dilakukan di dua provinsi sekaligus, yakni Papua dan Papua Barat.

“Niat ini terpaksa harus diurungkan karena belum ada peraturan yang bisa menjadi payung hukum agar hal tersebut bisa dilakukan. Sebenarnya kemarin kita minta untuk dua provinsi, tetapi Menpora bilang tidak ada aturan untuk PON di dua provinsi, dan berikut kita akan perjuangkan karena membutuhkan Kepres, jadi kali ini tidak diputuskan untuk dua provinsi menjadi tuan rumah, jadi hanya satu provinsi saja,” kata Gubernur Papua Lukas Enembe, di Jayapura, Papua, Selasa (29/4).

Dengan demikian, lanjutnya, rencana untuk melombakan seluruh olahraga Maritim di Raja Ampat, Papua Barat harus diurungkan. “Namun di Papua juga memiliki banyak lokasi untuk menggelar iven tersebut, sebut saja i di Danau Sentani Kabupaten Jayapura dan Biak,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur pada saat di Jakarta telah menerima penyerahan surat keputusan Papua menjadi tuan rumah PON XX dari Menpora ke KONI, serta dari KONI kepada Pemerintah Provinsi Papua.

Dengan demikian, jelas Gubernur, saat ini Sekretaris KONI Papua sedang berusaha dan berjuang meminta format Panitia Besar (PB) dan kembali kita akan rapat untuk membentu panitia besar yang didalamnya juga akan ada unsur dari Pemerintah Pusat.

Sementara mengenai pendanaan pelaksanaan PON XX, akan menggunakan sistem sharing dari APBN, APBD dan pihak ketiga, namun untuk besaran pembagiannya belum diputuskan.

“Yang terpenting pesan dari Menpora adalah berkaca dari pengalaman PON XVII 2012 di Riau, tidak boleh terulang lagi karena akhirnya unsur Kepala Daerah-nya masuk dalam ranah korupsi,” jelasnya.

Untuk itu, kata Gubernur, pembiayaan pembangunan fasilitas PON tidak akan memakai sumber dana dari Otsus, tetapi akan lebih memaksimalkan hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua yang saat ini jumlahnya terus meningkat dan mendekati angka Rp1 Triliun.

“Kita setiap tahun akan alokasikan sekitar Rp500 Miliar khusus untuk pembangunan fisik, venues dan seterusnya. Belum kita bicara atlet, pelatih dan lainnya,” katanya. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  CABANG LOMBA  PON XX  TAK BOLEH DIGELAR  DI PAPUA BARAT