KOTA JAYAPURA ALAMI DEFLASI 1,79 PERSEN

share on:
Kepala BPS Papua, Didik Koesbianto. (Jubi/Arjuna)
Kepala BPS Papua, Didik Koesbianto. (Jubi/Arjuna)Inf

Jayapura, 2/5 (Jubi) – Pada April 2014 dari dua kota IHK, semua mengalami deflasi. Dimana deflasi di Kota Jayapura, Papua 1,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 111,64. Sedangkan Kota Merauke alami deflasi 0,05 persen dengan IHK sebesar 113,07.

Dari 28 kota IHK 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota mengalami deflasi termasuk Kota Jayapura dan Kota Merauke.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang 1,57 persen dan inflasi terendah di Kota Samarinda dan Kota Jember masing-masing 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi di Kota Jayapura yaitu 1,79 persen dan deflasi terendah terjadi di Lhokseumawe 0,01 persen. Kota Jayapura tempai urutan terakhir ditingkat nasional dan tingkat Sulawesi, Maluku dan Papua (Sumapua),” kata Kepala Badan Pusat Statistik Papua, Didik Koesbianto kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Jumat (2/5).

Deflasi di Kota Jayapura terjadi karena adanya penurunan harga barang dan jasa ditunjukan oleh penurunan angka indeks dua kelompok pengeluaran barang dan jasa, yaitu kelompok bahan makanan 7,14 persen, kelompok sandang 0,59 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan angka indeks yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,53 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,04 persen, kelompok kesehatan 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,06 peren, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,12 persen.

“Penurunan harga yang cukup signifikan mendorong terjadinya deflasi antara lain pada komoditi ekor kuning, cakalang, kembung, tomat sayur, sawi hijau, tomat buah, kawalina, cakalang asap, ekor kuning asap, telur ayam ras, emas perhiasan, bubara, ikan mumar, deho, tengiri, salam, bahan bakar rumah tangga, wortel, ikan merah, bandung, daging ayam ras dan VCD/DVD player,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Distribusi BPS Papua Adriana Robaha mengatakan, laju inflasi Kota Jayapura sebesar -1,79 persen lebih kecil dibanding laju inflasi bulanan nasional sebesar -0,02 persen.

Sedangkan untuk laju inflasi tahun kalender April 2014-Desember 2013 Kota Jayapura sebesar 0,29 persen lebih kecil dibanding dengan laju inflasi tahun kalender nasional sebesar 1,39 persen.

“Untuk laju inflasi year on year April 2014 terhadap April 2013, Kota Jayapura 7,49 persen atau lebih besar dibanding nasional yaitu sebesar 7,25 persen,” kata Adriana Robaha.

Ditambahkannya, pada April 2014 inflasi komponen inti sebesar -0,25 persen, inflasi komponen yang harganya diatur pemerintah -0,03 persen dan inflasi komponen bergejolak adalah -7,17 persen.

Inflasi tahun kalender pada April 2014 untuk komponen inti 0,80 persen, inflasi tahun kalender untuk komponen yang harganya diatur pemerintah 0,68 persen dan inflasi tahun kalender untuk komponen bergejolak -1,41 persen.

“Laju inflasi year on year pada April 2014 komponen inti 4,94 persen, inflasi year on year komponen yang harganya diatur pemerintah 15,52 persen dan inflasi year on year komponen bergejolak 8,71 persen,” ujarnya. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KOTA JAYAPURA ALAMI DEFLASI 1,79 PERSEN