DIPECAT, MANTAN PELATIH PERSERU BAKAL SOMASI MANAJEMEN

share on:
Mantan Pelatih Perseru, Robby Maruanaya. (Jubi/Arjuna)
Mantan Pelatih Perseru, Robby Maruanaya. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 3/5 (Jubi) – Mantan pelatih tim Indonesia Super League (ISL), Perseru Serui, Robby Marunaya menyatakan akan melayangkan somasi kepada manajemen tim yang dijuluki Kuda Laut Orange itu.

Robby mengaku telah melaporkan pemecatan dirinya yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh manajer tim Perseru ke Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI). Kata Robby, banyak hal yang akan ia buka ke publik. Termasuk fakta bahwa selama ini dirinya tidak dibayar sesuai dengan nilai yang tertera dalam kontrak

Saya akan melakukan somasi. Mengenai pengacara nanti APSI yang menentukan. Intinya saya akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Dalam kontrak pertama disebutkan kontrak saya dibayar pertama 30 persen. Namun setelah ditransfer saya lihat hanya 20 persen. Itupun dipotong 5 persen untuk pajak,” kata Robby Marunaya via selulernya kepada tablodjubi.com, Sabtu (3/5).

Robby juga menduga ada pemalsuan tandatangan dirinya dalam kontrak kedua yang buat oleh manajemen Perseru. Menurutnya, setelah menerima dua kali gaji dimusim ini, manajemen kemudian membuat kontrak kedua.

Kontrak kedua itu saya tidak tandatangan. Mereka hanya cabut lembaran nilai kontrak saya di kontrak pertama dan diganti. Tanda tangan saya mereka hanya copy dari kontrak pertama, ada dugaan pemalsuan tanda tangan. Nilai dikontrak saya yang kedua sebesar Rp. 17 juta perbulan. Ini gaji pelatih ISL terendah. Namun ketika ditrnasfer, saya cek ternyata saya hanya dapat 16 juta lebih,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Robby, manajemen juga tidak memenuhi klausul dalam kontrak yang menyebut jika sakit, biaya pengobatan pelatih akan ditanggung manajemen.

Beberapa waktu lalu ada saya diberi rujukan dokter untuk operasi mata di Surabaya. Namun setelah tiba di sana manajemen tidak mau menanggung biaya operasi mata saya, sehingga operasi batal,” katanya.

Robby mengungkapkan, ia juga baru disodori kontrak oleh manajemen tim Perseru setelah Okto Maniani dan kawan-kawan melakoni dua laga di ISL. Namun kontrak itu tak diserahkan manajemen secara langsung, namun dititip ke orang lain.

Waktu itu saya terpaksa tanda tangan karena kompetisi sudah mulai, dan saya tidak tahu mau kemana lagi. Padahal kalau saja manajemen cepat memutuskan nasib saya, saya akan ke PSBS Baik. Manajemen menggantung nasib saya,” ungkap Robby Maruanya.

Sebelumnya, mannjer Perseru Serui, YP Ayorbaba mengatakan, pihaknya resmi memecat pelatih Robby Maruanaya , Jumat (2/5).

Jadi secara resmi, Robby sudah tidak lagi melatih Perseru di sisa laga kompetisi Liga Super Indonesia (LSI)  musim ini. Untuk sementara, Perseru akan menggunakan asisten pelatih Choirul Huda sebagai pelatih,” kata YP Ayorbaba.

Manajer Perseru kata Ayorbaba, memecat Robby Maruanaya karena performa tim yang tidak kunjung meningkat. Bahkan prestasi tim di klasemen tidak memuaskan. (Jubi/Arjuna) 

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DIPECAT, MANTAN PELATIH PERSERU BAKAL  SOMASI MANAJEMEN