WADUBES SWISS PERTANYAKAN OTSUS DAN KEMISKINAN DI PAPUA

share on:
Sekda Papua Hery Dosinaen (Kanan) Saat Memberikan Cinderamata Kepada Wadubes Daniel Derzic. (Jubi/Alex)
Sekda Papua Hery Dosinaen (Kanan) Saat Memberikan Cinderamata Kepada Wadubes Daniel Derzic. (Jubi/Alex)

Jayapura, 5/5 (Jubi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua Hery Dosinaen menerima kunjungan Wakil Duta Besar (Wadubes) Swiss Daniel Derzic, di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Senin (5/5). Dalam kunjungannya, Daniel banyak bertanya soal perkembangan Otonomi Khusus (Otsus) hingga perkembangan Rancangan Undang-Undang (RRU) Pemerintahan Otsus di Tanah Papua.

Selain itu, Wadubes Swiss ini juga mempertanyakan perkembangan isu politik dan masalah kemiskinan yang terjadi di provinsi paling timur di Indonesia ini.

Pasalnya tingginya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua yang angka rata-ratanya mencapai 3.500 juta dollar melebihi angka rata-rata nasional, tidak dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan di Papua yang justru besarannya melebihi rata-rata nasional.

“Hari ini pemerintah provinsi menerima kunjungan kerja Wadubes Swiss. Kedatangan Daniel Derzic ke Papua adalah untuk bertanya soal Papua, seperti Otsus, RUU Pemerintahan Otsus di Tanah Papua, Kemiskinan dan perkembangan isu politik,” kata Sekda Papua Hery Dosinaen kepada wartawan usai melakukan pertemuan di ruang kerjanya.

Menanggapi pertanyaan Wadubes Swiss itu, Sekda menjelaskan, sebelum ini pemerintah Pusat dalam menetapkan kebijakan tidak pernah memperhatikan karakteristik yang ada di Papua, dimana Papua memiliki kekhasan yang berbeda dibanding daerah lain, sehingga kebijakan pusat dinilai tidak efektif untuk diterapkan di Papua.

Namun, sesudah dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Lukas Enembe dan Klemen Tinal, baru ada keberanian dari daerah untuk menyampaikan hal tersebut kepada Presiden, dan telah didapatkan kesepahaman dengan Presiden mengenai perubahan UU Nomor 21 tahun 2001, yang sampai saat ini masih dalam proses penggodokan dan akan segera dibahas oleh Komisi II DPR RI.

“Secara garis besar Pemerintah Swiss ingin mengetahui tentang jalannya roda Pemerintahan di Papua saat ini. Sekarang kelihatan sekali, kalau sudah ada satu kesimpulan yang mereka meilhat Pemerintah sedang merekonstruksi UU Otonomi khusus bagi tanah Papua secara keseluruhan, ini mereka melihat seperti apa, sejauh mana tantangan maupun prospek ke depan,” jelasnya.

Untuk membawa Papua lebih maju, mandiri dan sejahtera, Pemerintah Papua tetap berkomitmen untuk memperjuangkan pengaturan dan mengurus rumah tangga di daerah terkait dengan semua sumber daya alam yang ada ditanah ini, dimana hasilnya harus bisa diperuntukan sebesar-besarnya kepada masyarakat Papua yang tentunya mempunyai landasan atau regulasi yang cukup kuat untuk mengatur dan mengurus semuanya itu.

Mengenai tawaran kerjasama yang diajukan pemerintah Swiss, Sekda menyatakan pihaknya akan mempelajarinya lebih jauh dan berkonsultasi dengan pihak kementrian. Namun pada intinya, Pemerintah Provinsi Papua membuka tangan bagi pihak manapun yang ingin membangun kerjasama ataupun menaruh investasinya di Papua, dengan catatan hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membantu pembangunan di Papua.

“Mudah-mudahan mereka melihat ini dengan hati karena ada hal-hal yang perlu kita kerjasama dan tentunya kita Pemerintah sekarang ini membuka secara transparan untuk siapapun juga ketika mempunyai kemauan untuk membangun tanah Papua dan masyarakat di sini akan tetap menerima terlebih dalam koridor NKRI termasuk lembaga donor,” katanya.

Pada kesempatan itu, wakil Duta Besar Swiss Daniel Derzic menawarkan beberapa program kerjasama yang dimiliki Pemerintah Swiss, seperti di bidang pariwisata, perikanan dan juga rumput laut.

Menurut informasi yang diperoleh Tabloidjubi.com, Selasa (6/5) besok, Wadubes Swiss Daniel Derzic akan melakukan kunjungan keja ke Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) dan melakukan pertemuan dengan Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B). Sementara pada Rabu (7/5), Daniel Derzic akan bertolak ke Wamena untuk melakukan hal yang sama. (Jubi/Alex)

 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WADUBES SWISS PERTANYAKAN OTSUS DAN KEMISKINAN DI PAPUA