SUARA DITILEP, CALEG PDI-P LAPOR BAWASLU PAPUA

share on:
Caleg PDI-P, Amal Saleh. (Jubi/Arjuna)
Caleg PDI-P, Amal Saleh. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 6/5 (Jubi) – Amal Saleh, Calon Legislatif (Caleg) DPR Papua,dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), nomor urut 1 dari Daerah Pemilihan (Dapil) V yakni Pegunungan Bintang, Yalimo dan Yahukimo, melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua lantaran suaranya ditilep atau hilang ketika pleno tingkat provinsi.

“Saya punya bukti rekapan mulai dari Panitia Penyelenggara Distrik (PPD) hingga KPUD, saya buat keberatan ke Bawaslu Papua lima hari lalu. Hanya saja Bawaslu belum memberitahu perkembangan. Mereka menyatakan sudah di antar ke KPU Papua tapi tidak ada tembusan ke saya, harusnya ada,” kata Amal Saleh, Selasa (6/5).

Menurutnya, Caleg yang merasa suaranya hilang tak perlu ribut ketika pleno, namun sebaiknya menempuh jalur hukum misalnya melapor ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Bawaslu, Mahkamah Konstitusi (MK) atau Polda untuk tindak pidananya.

“Pileg kali ini setiap kabupaten pleno di tingkat provinsi selalu ribut. Tentu kita prihatin. Tapi itu manusiawi kalau ada Caleg yang ribut karena suara hilang, Sayajuga begitu. Ketika pleno di kabupaten suara saya 21 ribu lebih, tapi setelah pleno di provinsi tinggal delapan ribu,” ujarnya.

Amal Saleh menilai, KPU Papua tak salah, karena mereka hanya memplenokan hasil rekapan dari kabupaten.

“KPUD kabupaten sendiri kelihatannya tak melaporkan rekapan suara usai pleno di kabupaten. Bahkan setibanya di Jayapura, KPU Papua tak tahu mereka dimana, nanti tiba-tiba mereka lapor siap pleno di provinsi. Jadi para Caleg tak perlu ribut, tapi mari kita tempuh jalur hukum. Suara itu tidak hilang, hanya dipindahkan ke Caleg lain,” katanya.

Sebelumnya, kericuhan sempat terjadi saat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi untuk KPUD Lanny Jaya, Papua , yang digelar di salah satu hotel di Kota Jayapura, Senin malam (5/5) .

Salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPR Papua dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari Dapil Lanny Jaya, Letinus Jikwa mengamuk, dia mengkalim ribuan suaranya hilang. Letinus meminta rapat pleno dihentikan sebelum suaranya yang hilang kembali.

Suara yang saya peroleh di Kabupaten Lanny Jaya sekitar 41.000 suara, dan sudah  sudah diplenokan di KPU Lany Jaya. Namun dalam pleno KPU Provinsi Papua, suara saya tinggal dua. Ini tidak masuk akal,” teriak Letinus.

Ia menuntut anggota dan ketua KPU Lany Jaya yang mengikuti rapat pleno itu agar tak keluar dari ruang sidang sebelum mempertanggung jawaban hilangnya suara miliknya.

Saya tidak akan diam sebelum KPU Lany Jaya mempertanggung jawaban suara saya yang hilang,” katanya. (Jubi/Arjuna)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SUARA DITILEP, CALEG PDI-P LAPOR BAWASLU PAPUA