POLISI DIPUKUL WARGA, WARTAWAN DILARANG AMBIL GAMBAR

share on:
Pelaku Ketika Akan Di Bawa Ke Polresta Jayapura. (Jubi/Arjuna)
Pelaku Ketika Akan Di Bawa Ke Polresta Jayapura. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 7/5 ( Jubi) – Seorang Komandan Pleton (Danton) Polisi dari Polisi Resort (Polres) Kota Jayapura, Brigadir Polisi (Bripol) Agus, dipukul oleh seorang penumpang kapal putih Labobar yang berlabuh di Pelabuhan Kota Jayapura, Papua, ketika sedang melakukan operasi Yustisi, Rabu (7/6).

Lintang, seorang saksi mata, Lintang mengungkapkan kejadian bermula ketika penumpang kapal putih yang belum diketahui identitasnya itu turun dari kapal dan dimintai kartu identitas oleh anggota polisi yang melakukan operasi Yustisi. Namun entah karena apa, tiba-tiba yang bersangkutan memukul Brigpol Agus.

“Usai melakukan aksinya, dia kemudian berlari ke luar pelabuhan bersama beberapa temannya dan naik angkot. Namun anggota polisi mengejarnya dan berhasil menghentikan mobil yang dinaiki pelaku. Polisi lalu menyuruh dia turun. Setelah turun dia kembali memukul salah satu anggota Polisi Lalu Lintas,” kata Lintang, Rabu (7/5).

Melihat aksi itu kata Lintang, sejumlah anggota polisi lain yang tak terima Danton dan rekannya dipukul, balas memukul pelaku beramai-ramai. “Setelah itu dia dinaikkan ke mobil pick up yang lewat dan dibawa ke Polresta Jayapura,” ujar Lintang.

Namun, polisi melarang sejumlah wartawan yang ada di lokasi kejadian untuk mengambil gambar. Wartawan RRI Jayapura, Nurlina Umasugi mengatakan, anggota polisi melarang wartawan TVRI, Noval untuk mengabadikan kejadian itu.

“Waktu pelaku dikejar dan dipukul polisi, Polisi larang kami ambil gambar, tapi Noval tidak menghiraukan. Makanya, kameranya mau dirampas. Wartawan TVRI lainnya, Richardo, kemudian bilang kalau kami dilarang ambil gambar, kami telpon Kapolda. Kami punya kode etik,” kata Lina menirukan kata-kata Richardo.

Akan tetapi, kata Lina, tak lama berselang, seorang anggota polisi lainnya mendatangi wartawan dan meminta maaf atas kejadian itu.

“Dia minta maaf setelah rekannya melarang wartawan ambil gambar. Dia minta wartawan bisa mengerti situasi yang terjadi,” ujar Lina.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian. Pelaku masih diperiksa secara intensif di Polresta Jayapura. Penyidik bahkan mendatangkan dokter guna mengetahui kondisi kejiwaan pelaku. (Jubi/Arjuna)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  POLISI DIPUKUL WARGA, WARTAWAN DILARANG AMBIL GAMBAR