OPERASI YUSTISI E-KTP DI PELABUHAN JAYAPURA GAGAL

share on:
operasi yustisi e-ktp pemkot Jayapura di pelabuhan Jayapura (jubi/sindung)
operasi yustisi e-ktp pemkot Jayapura di pelabuhan Jayapura (jubi/sindung)

Jayapura, 8/5 (Jubi)- Baru kali ini, Pelaksanaan Operasi yustisi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang digelar Pemerintah Kota Jayapura mendapatkan perlawanan dari sekelompok masyarakat yang menjadi penumpang KM Labobar, Pelabuhan Jayapura, Kota Jayapura,Papua.

“Kami orang Papua,kami yang punya tanah ini, kami bukan OPM, yang harus kamu cek warga pendatang,” teriak penumpang yang berusaha melewati petugas petugas yang hendak mengeceknya pada rabu Rabu (7/5) kemarin.

Seorang pria berambut gimbal juga membentak petugas yang hendak memeriksanya“Ini kulit dan Rambut Keriting asli Papua, kenapa kalian paksakan begitu,masih kurang bukti,”  kata pria itu.

Menurut catatan informasi yang diperoleh Jubi, jumlah penumpang KM. Labobar yang turun di Pelabuhan Jayapura mencapai 2000-an penumpang namun yang terjaring petugas hanya 315 orang, dengan rincian 119 orang tidak memiliki KTP, sedang  146 orang lainnya tercatat masih menggunakan KTP Nasiona.

119 orang yang tidak punya KTP itu, dikenakan denda masing-masing sebesar 20 ribu rupiah perorang. Total, ada 1,7 juta rupiah uang denda yang berhasil dikumpulkan petugas dari sidang di tempat atas pelanggaran yang dimasukkan kategori tindak pidana ringan itu.

Sedang KTP nasional milik 146 orang lainnya, disita petugas.“kami mau memperjelas keberadaan mereka di Papua, mau mainkah atau mencari pekerjaan dan berapa lama, harus dibuktikan dengan surat peryataan, ketika mereka ingin balik ke daerah asal, maka KTP itu akan diberikan kembali ,” jelas Abdul Muntholib, panitia pelaksana operasi yustisi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jayapura, Merlan Uloli saat dikonfirmasi mengakui pihaknya gagal dalam yustisi e-ktp kali ini.

” Tapi ini awal dari keberhasilan,dari kegagalan ini kami harus mengevaluasi dan mencari seperti apa polanya kedepan untuk yustisi di Pelabuhan seperti ini, dan ini akan direncanakan setiap kapal masuk,” ungkap Merlan.

Sementara itu, Walikota Jayapura,Benhur Tommy Mano yang menyaksikan secara langsung jalannya yustisi e-ktp tersebut kepada wartawan mengutarakan bahwa e-ktp merupakan program pemerintah pusat yang harus dilakukan untuk semua warga yang tinggal di kota jayapura,” setiap warganegara harus memiliki identitas diri yang jelas, untuk apa dia di Jayapura, dan dalam waktu berapa lama harus jelas,”ujar Mano.

Ricuh

Sementara itu, berjubelnya masyarakat di pintu luar pelabuhan membuat aparat kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan.Pasalnya, sejumlah penumpang melakukan perlawanan dan pemukulan terhadap anggota kepolisian mengamankan operasi Yustisi tersebut.
“Kondisi seperti sangat rawan, dan apapun bisa saja terjadi apalagi dengan situasi penumpang yang membawa barang berat,capek dan lain sebagainya, tiba-tiba lagi ada operasi ini,” ungkap seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Apalagi menurutnya jumlah petugas yang bertugas saat itu jauh sedikit jika dibandingkan dengan jumlah penumpang.

Ketika disinggung, mengenai insiden yang sempat terjadi saat berlangsungnya operasi yustisi, dengan nada santai Walikota Jayapura mengungkapkan itu hal yang biasa terjadi dan tidak perlu ditakutkan. “ Kalaupun ada masyarakat yang menolak, ya mungkin mereka belum paham,kita hanya berupaya agar semua warga kota tercatat dan punya identitas diri,” jawab walikota.

Untuk diketahui operasi yustisi e-ktp ini melibatkan aparat kepolisian dari KP3 Laut, Dalmas Polres Jayapura, Polisi Militer, Jaksa, Hakim, Satpol PP kota, petugas Pelabuhan dari PT.Pelindo, Perhubungan Kota,dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Bagian Hukum Setda Kota Jayapura. (Jubi/Sindung)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  OPERASI YUSTISI E-KTP DI PELABUHAN JAYAPURA GAGAL