KETUA DAN ANGGOTA KPUD SARMI DIBERHENTIKAN DKPP

share on:
Suasana Sidang Kode Etik KPUD Sarmi. (Jubi/Arjuna)
Suasana Sidang Kode Etik KPUD Sarmi. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 9/5 (Jubi) – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memutuskan pemberhentian tetap Ketua KPU Sarmi, Yoshep Twenty dan satu anggotanya, Odhy Yesaya Demetouw.

Anggota DKPP, Valina Singka Subekti dalam rilis persnya kepada sejumlah wartawan mengatakan sidang pembacaan putusan dilakukan Jumat (9/5). DKPP kata dia, juga akan merehabilitasi nama baik tiga anggota KPUD Sarmi yang diadukan ketua dan anggota KPUD setempat yakni Ferdinand F Yawan, Marhun Lapoando, dan Bitsael Marauw.

“DKPP yakin tiga anggota KPUD Sarmi teradu tidak terbukti melakukan pelanggaran kode etik. DKPP menyatakan seluruh aduan para pengadu tidak beralasan. DKPP berkesimpulan, para teradu justru telah melakukan tugasnya dengan baik, karena ketua dan divisi sama sekali tidak menjalankan tugas pokok dan fungsinya,”  kata Valina Singka Subekti.

Menurutnya, para Teradu juga telah melakukan tindakan yang benar, dengan mengadukan pengadu yang membawa lari dokumen negara secara diam-diam, tanpa melalui rapat Pleno dan sama sekali tidak diketahui tiga komisioner lain, Panwas dan kepolisian setempat.

“Pengadu dalam kapasitas dan kedudukannya juga dapat dikenakan sangsi, apabila didalam sidang pemeriksaan terbukti melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu,” ujarnya.

Kata Valina, DKPP juga berkeyakinan para pengadu telah melakukan tindakan pelanggaran ganda, yakni pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu yang merusak seluruh tatanan Pemilu dan demokrasi, sehingga melanggar Pasal 5 huruf b, huruf c, huruf f, huruf g, huruf i, dan hufuf j Peraturan Bersama KPU, Bawaslu, dan DKPP No. 13 Tahun 2012, No. 11 Tahun 2011, dan No. 1 Tahun 2012 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilu, dan tindak pidana dalam bentuk membawa lari dokumen negara, yang seharusnya dilindungi, dijaga dan dipertahankan untuk tidak dibawa siapapun dari kantor KPU Kabupaten Sarmi

“Pembacaan putusan pemberhantian ketua dan anggota KPUD Sarmi itu dihadiri oleh Ketua majelis Jimly Asshiddiqie dan anggota majelis lainnya Saut H Sirait dan Anna Erliyana,” katanya.

Sebelumnya, DKPP menggelar sidang pelanggaran kode etik KPUD Kabupaten Sarmi, di ruang sidang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua, Rabu (7/5). Sidang dipimpin perwakilan DKPP RI, Saud Sirait.

Dalam sidang itu terungkap, tuduhan pengadu yakni Ketua KPUD Sarmi, Yoseph Twenty dan salah seorang anggota divisi teknik, Odhy Yesaya Demetouw yang mengadukan ketiga komisioner lainnya, Ferdinand F Yawan, Marhun Lapoando dan Bitsael Marauw dengan tuduhan mengubah data hasil perhitungan suara dari Panitia Pemilihan Distrik (PPD) dengan menggunakan ditipex tak terbukti.

“Saya yang terima dokumen dari PPD Tor Atas dan tidak melakukan perubahan apapun. Dokumen itu sudah dalam keadaan di tipex ketika saya terima. Saya tidak tahu dilakukan dimana dan oleh siapa,” kata  Marhun Lapoando menjawab tuduhan itu. (Jubi/Arjuna) 

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KETUA DAN ANGGOTA KPUD SARMI DIBERHENTIKAN DKPP