PEMBATIK PAPUA BELUM DIPERHATIKAN PEMERINTAH

share on:
Jimmy Affar. (Jubi/Arjuna)
Jimmy Affar. (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 12/5 (Jubi) – Pebatik Papua, Jimmy Affar menyatakan pemerintah daerah setempat masih minim perhatian dan proteksi terhadap batik dan pembatik asli Papua. ia menilai, pemerintah hanya tebar pesona dengan cara membeli dan mengikutkan sejumlah pembatik Papua ketika ada pameran.

“Setelah pameran selesai, tak ada lagi keberpihakan. Pemerintah tidak memperhatikan batik dan pembatik asli Papua. Mereka hanya sebatas membeli, memesan dan tidak memperdayakan warisan Papua,” kata Jimmy Affar, Senin (12/5).

Menurutnya, jika pemerintah daerah perhatian terhadap pembatik Papua, tentu tak mencetak batik atau memesannya dari luar Papua.

“Jika Pemerintah peduli dengan kami, mana Perda untuk kearifan Papua, apa yang pemerintah buat untuk itu. Pemerintah juga tidak melihat kebutuhan kami sampai saat ini,” ujarnya.

Jimmy berharap, uluran tangan Pemerintah untuk memproteksi pembatik dan batik Papua yang saat ini bisa dihitung dengan jari. Pemerintah kata Jimmy, jangan hanya bicara teori.

“Meski ada bantuan pemerintah, tapi belum maksimal. Tapi kamis bersyukur sejumlah pemesan masih menghargai batik Papua dan sangat mengerti di setiap cantingan mama-mama pembatik, ada makna dan cerita tersendiri. hal itu yang terus kami angkat dalam pembuatan batik di Papua yang tidak sama dengan batik Papua yang didatangkan dari pabrikan luar Papua,” katanya.

Sebelumnya, akhir April lalu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti menyatakan, Papua sangat kaya dan unik, baik keindahan alam dan budaya serta keseniannya. Batik Papua mempunyai potensi menebus pasar dunia.

“Batik asal Papua jangan sampai sama dengan motif batik Jawa. Jangan sampai tertular motif batik daerah lain. Saya harap akan lahir motif batik baru dari Papua untuk memperkaya khasanah batik Nusantara,” kata Wiendu Nuryanti. (Jubi/Arjuna)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PEMBATIK PAPUA BELUM DIPERHATIKAN  PEMERINTAH