70 PERSEN WARGA KAMPUNG BENWIN PROGO TAK BISA BACA TULIS

share on:
Empat bocah warga kampung Bengwin Progo, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura (Jubi/Indrayadi TH)
Empat bocah warga kampung Bengwin Progo, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura (Jubi/Indrayadi TH)

Keerom, 22/5 (Jubi) – Meski sudah lima belas tahun kampung Bengwin Progo, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura berdiri, hanya sekitar 30 persen warganya yang bisa membaca dan menulis. Selain itu pelayanan kesehatan tidak berjalan sesuai keinginan warga setempat.

Kepala Kampung Bengwin Progo, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Markus Waimene membeberkan tidak ada pelayanan pendidikan dan kesehatan yang layak untuk warga di kampung tersebut.

“Sudah 15 tahun kampung ini dibuka. Sejak tahun 1999 hingga kini, belum ada sekolah sama sekali. Hampir 70 persen warga di sini tidak bisa membaca,” kata Markus, Rabu (21/5).

Di kampung ini ada 50 kepala keluarga, lanjut Markus, dengan total jiwa berjumlah lebih dari 200 jiwa. Untuk kebutuhan pendidikan sebagian dari warga mengungsi di Arso, Kabupaten Keerom.

“Karena disini tidak ada sekolah, jadi yang tersisa di kampung ini ada 34 kepala keluarga, sekitar 187 jiwa yang sekarang menetap,” ujar Markus.

Selain soal pendidikan, dikatakan Markus, banyak persoalan lain yang masih belum jalan. Seperti contoh pelayanan kesehatan di kampung ini.
“Posyandu sudah ada, hanya saja tenaga medisnya tidak menetap. Kami ingin tenaga medis menetap melayani kami disini,” ujar Markus yang sudah menjabat Kepala Kampung selama lima tahun itu.

Markus menilai, jika jalan menuju kampung Bengwin Progo ini sudah di perbaiki, maka secara otomatis warga-warga yang turun ke Arso akan kembali ke kampung mereka.
“Anak-anak di kampung ini yang sekolah banyak yang sekolah di luar, seperti di Arso dan Alang-alang V,” kata mantan kepala urusan pemerintah di kampung tersebut sejak tahun 1999 hingga tahun 2010.

Masih di dikampung yang sama, Adam Yaboisembut siswa kelas 1 SD Alang-alang V Distrik Skanto, Kabupaten Keerom mengungkapkan banyak teman-temannya yang tidak sekolah.
“Saya tinggal sementara di kampung Alang-alang V untuk agar dekat ke sekolah. Nanti kalau ada truk yang masuk ke kampung ini, baru saya ikut. Kakak saya juga tidak sekolah,” kata Adam.

Ditempat yang sama, Calvin Imonsana teman sebaya Adam menuturkan orang tuanya meminta dirinya untuk tidak sekolah di luar dari kampung Bengwin Progo. Orang tuanya meminta Calvin menunggu dibangunnya sekolah di kampung kelahirannya.
“Bapak bilang tra usah (tidak boleh-red), tunggu sekolah di kampung ada baru sekolah,” kata Calvin yang bercita-cita menjadi TNI.

Sementara itu, Kepala Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Lenora Bemey mengaku sejak dirinya pertama bertugas sebagai Kadistrik tahun 2011 ia telah membangun Puskesmas Pembantu (Pustu) di kampung Bengwin Progo.

“Dan juga kantor kampung itu diresmikan Bapak Wakil Bupati masa periode lalu. Setelah itu tahun 2012 pembangunan di sini ada perhatian besar dari Pemda seperti Bapak Bupati khusus untuk ditrik Kemtuk ini,” tegas Lenora.

Untuk menempuh kampung Bengwin Progo dari arah Kota Jayapura harus melalui Kampung Yoka, Kota Jayapura dan Arso 4, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom. Dengan jarak tempuh kurang lebih 30 dan 60 kilometer dari jalur tersebut. Sedangkan lama perjalanan berkisar 1 sampai 2 jam perjalanan, dalam kondisi jalan yang di penuhi lumpur. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  70 PERSEN WARGA KAMPUNG BENWIN PROGO TAK BISA BACA TULIS