PESERTA UJIAN SEKOLAH SD YPPK TIPUKA HANYA TIGA ORANG

share on:
Ilustrasi Para Siswa Sekolah Dasar di Timika, saat karnaval perayaan HUT RI Ke - 68 (Jubi/Eveerth)
Para Siswa Sekolah Dasar di Timika, saat karnaval perayaan HUT RI Ke – 68 (Jubi/Eveerth)

Timika, 21/5 (JUBI) — Kepala Sekolah SD YPPK Tipuka Krisantus Saklil menyayangkan jumlah peserta Ujian Sekolah Dasar Tahun Ajaran 2013/2014 yang hanya berjumlah tiga orang saja. Melihat jumlah peserta ujian yang tidak lebih dari lima orang ini, menunjukan bahwa kurangya kesadaran akan pentingnya pendidikan di Kampung Tipuka.

“Pihak sekolah sudah berupaya dengan mendekatkan diri ke masyarakat, selain itu laporan dari orang tua murid bahwa mereka sudah mendukung anak untuk ke sekolah, tetapi tidak tau mengapa anak-anak ini kurang aktif ke sekolah untuk belajar. Kami sangat menyayangkan hal ini,” ungkap Kepala Sekolah SD YPPK Tipuka Krisantus Saklil , di Timika, Rabu (21/5).

Jumlah peserta Ujian Sekolah di SD YPPK Tipuka awalnya berjumlah lima orang, tetapi saat mendekati pelaksanaan ujian dan saat pelaksanaan Ujian Sekolah berlangsung, hanya tiga orang ikut, sementara dua siswa dinyatakan mengundurkan diri.

SD YPPK Tipuka bergabung bersama SD Negeri Mapurujaya dalam sub rayon 16. Tiga peserta ini diharapkan mereka dapat mengikuti sampai hari terakhir.

“Saat ini jumlah peserta hanya tiga orang, yang kami takutkan adalah tahun berikutnya apakah kurang dari jumlah ini atau tidak bahkan sangat kurang. Sehingga kami akan kembali melakukan pendekatan dengan orang tua untuk pendidikan di kampung ini. Satu hal yang harus diingat adalah selama dua tahun berturut-turut anak-anak yang tidak mampupun diluluskan, sehingga boleh dikatakan lulus terpaksa,” tambah Saklil.

Tahun sebelumnya jumlah peserta ujian di SD YPPK Tipuka sebanyak tujuh orang dan semuanya lulus meskipun dinilai belum mampu untuk melanjutkan ke tingkat SMP. Ketidakhadiran anak di sekolah tidaklah wajar, karena meskipun jarak dari kampung ke sekolah cukup jauh, tetapi ada tersedia Bis antar jemput setiap hari.

“Semua ini kembali kepada anak, apakah ada keinginan untuk sekolah atau tidak, toh nantinya masa depannya juga dia sendiri yang tau. Jika terjadi seperti ini, tidak bisa terlalu menyalahkan pihak sekolah karena sudah berupaya tetapi kalau tanpa dukungan, maka sia-sia perjuangan memajukan pendidikan bagi anak bangsa.” tuturnya.

Sementara itu, Ujian diselenggarakan dari hari Senin (19/5) pelaksanaan ujian dimulai dari pukul 08.00-10.00 Wit. Jumlah Peserta Ujian 156 orang. SD Inpres Nawaripi berjumlah 44, SD Negeri Inauga Sempan Timika 84 YPPGI Meuwo 28. Namun peserta ujian UN yanag hadir berjumlah 152. 3 siswa mengundurkan diri dan satu 1 Panitia pelaksanaan ujian Nasional dalam hal ini Ketua Sub Rayon melakukan berbagai metode untuk tersuksesnya kegiatan UN. Dengan melakukan pendekatan baik emosional dan juga dalam bentuk tertulis kepada kepala sekolah terkait persiapan ujian Nasional.

Ketiga Kepala sekolah , yakni Marselinus Sergius, S.Ag., Kepala Sekolah SDN. Inauga Sempan, Fredik Korie dan Kepala sekolah SD YPPGI, Petrus Pakage. S,Pd., Ketiga mengakui, bahwa ujian Nasional keberhasilan siswa merupakan kebanggaan guru. Adapun upaya yang dilakukan diantaranya melaksanakan les tambahan untuk mengasah kemampuan siswa dan memperdalam ketiga mata pelajaran yang akan masuk UN.

Pihaknya berharap, agar proses penyelenggaraan ujian Nasional diselenggarakan dengan aman dan tentaram dan selain itu juga anak tetap tenag dan tekun untuk menyelesaikan ujian Nasional. Dan semoga rayon IX dapat menuaikan hasil yang maksimal dan memuaskan dan dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi dan mampu bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Jubi/Eveerth)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PESERTA UJIAN SEKOLAH SD YPPK TIPUKA HANYA TIGA ORANG