PENONTON SEDIKIT, DI MANA PERSIPURAMANIA?

share on:
The Coment Persipuramania tak seramai dulu, ke mana mereka. (Jubi/dam)
The Coment Persipuramania tak seramai dulu, ke mana mereka. (Jubi/dam)

Jayapura, 23/5 (Jubi)-Reporter Radio Republik Indonesia(RRI) Jayapura Jack Andery saat siaran langsung Persipura melawan Persiba Bantul menanyakan kepada tabloidjubi.com soal jumlah penonton Persipura yang terus semakin sedikit.

“Pasalnya selama musim 2014 ini antusias penonton tak sebanyak musim lalu. Bukan hanya itu saja dalam laga AFC pun sama saja,”kata Anderi, sedikit heran.

Untung dalam laga AFC,  lanjut Anderi, pihak manajemen Persipura membeli tiket untuk dibagikan kepada pelajar di Kota Jayapura agar mereka menyaksikan pertandingan sepak bola AFC. Bayangkan kalau tak ada upaya itu: sudah pasti tak ada penonton termasuk Persipuramania juga sedikit saja.

Simak misalnya  di tribun Liverpool, tempat para suporter Persipuramania beraksi. Di sana  tak ada bendera Persipura. Hanya ada sekitar dua puluh Persipuramania yang menabuh drum sambil meneriakkan yel-yel Persipura.

Di tribun utara dan selatan, termasuk tribun Liverpool, tak banyak kursi yang terisi. “Mungkin hanya sekitar seribuan penonton yang datang memenuhi kapasitas Stadion Mandala sebanyak 30.000 penonton,”kata Jack Anderi saat melaporkan siaran langsung dari tribun utama Stadion Mandala bersama tabloidjubi.com yang didaulat sebagai narasumber untuk memberikan komentar soal jalannya pertandingan antara kedua tim Persipura melawan Persiba Bantul.

“Faktor apa saja yang menyebabkan jumlah penonton semakin berkurang untuk datang ke Stadion Mandala saat laga kandang Persipura bermain?”tanya reporter RRI kepada tabloidjubi.com.

Sebenarnya keluhan jumlah penonton bukan baru kali saja. Sebab, tadi sewaktu tiba di Lapangan Mandala ternyata anak-anak yang biasa menjadi tukang parkir dadakan juga kecewa.

“Aduh om, selama ISL berjalan kami sulit mendapat pemasukan. Mungkin karena klub papan bawah. Tapi saya melihat sama saj. Baik papan atas maupun papan bawah sama saja tak seramai dulu,”kata Herman, tukang parkir dadakan di parkiran dekat Gereja Rehobot, Dok VII bawah.

Hal senada juga dikatakan Mas Bambang,  penghuni rumah di Dok V dekat Masjid.  Biasanya kalau ada pertandingan di Lapangan Mandala,  pekarangan rumah Mas Bambang menjadi lokasi parkir kendaraan roda dua.

”Lumayan Pak, satu motor cukup membayar Rp 10.000,- saja,”katanya kepada tabloidjubi.com usai menyaksikan laga pertandingan Persipura melawan Persiba Bantul.

Dia menambahkan pertandingan hari ini benar-benar  sepi dan apes baginya. Tak ada pemasukan. “Nihil,”katanya heran, seraya menambahkan mungkin karena ada siaran langsung di TV sehingga minat penonton ke lapangan semakin sedikit.

Anderi juga menuturkan pengalamannya ketika hendak membeli karcis masuk ke Stadion Mandala di depan pertokoan Imbi Kota Jayapura. “Waktu itu harga tiket yang Rp 30.000,- dinaikan menjadi Rp 50.000,- Saya marah mereka dan bentak kenapa tidak memberikan harga yang ditetapkan panitia pelaksana,”kata Anderi kesal.

Memang kalau memantau harga-harga tiket masuk ke Stadion Mandala terutama saat laga AFC terbilang mahal. Bayangkan saja setiap penonton hendak menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Mandala, minimal membayar sebanyak Rp 300.000.

Koordinator Persipuramania The Coment, Irawan (Wantex), mengaku anggota The Coment di Jayapura terdaftar sebanyak 3.000 orang.  Belum lagi dari Gabungan Anak Melati(GAM) Kotaraja dan sebagainya.

Wilson, koordinator Persipuramania Anker, enggan berkomentar saat  dimintai komentarnya oleh tabloidjubi.com di Stadion Mandala, Kamis(22/5) usai pertandingan Persipura melawan Persiba Bantul.”Nanti saja baru saya bicara soal Persipuramania,”kata Wilson yang ikut menyaksikan pertandingan dari tribun VIP.

Berbeda dengan musim lalu ketika kompetisi hanya satu wilayah dan laga Arema melawan Persipura di Stadion Mandala, karcis ludes dan harga berlipat ganda. Tingginya harga tiket ketika wajar terjadi, karena tiket terbatas sementara masyarakat yang hendak menonton pun membludak.Andaikata keuntungan itu seluruhnya masuk ke manajemen Persipura tak soal tetapi masuk ke kantong pribadi. Bagaimana jadinya?

Pada pertandingan terakhirPersipura melawan Arema di Stadion Mandala pada musim 2012-2013 ternyata  tiket yang biasa dijual Rp25.000 bisa merangkak naik menjadi Rp.100.00 sampai dengan Rp.150.000. Hampir semua tiket yang jatuh ke tangan kedua dan ketiga naik berlipat ganda.

“Kami bangga jika keuntungan itu bisa menjadi milik manajemen Persipura, namum dana tersebut bukan milik persipura. Tidak malukah saudara menjual tiket yang seharusnya Rp25 ribu jadi Rp125 ribu, sedangkan tiket seharga Rp75 ribu rupiah menjadi Rp200 ribu hingga Rp300 ribu. Begitupula yang seharga Rp100 ribu bisa menjadi Rp400 ribu hingga Rp500 ribu,” begitulah keluhan warga baik di luar lapangan maupun dalam jejaring sosial Facebook bertajuk “Persipura Wave” dan lain-lain.

Sebelum laga penutup putaran pertama 2012-2013 berakhir, panitia pelaksana  Persipura baru mengumumkan hasill keuntungan dari tiga laga kandang di Stadion Mandala Panpel hanya menyetor Rp250 juta kepada menejemen Persipura.

Sekretaris Panpel Persipura Mukri Hamadi mengatakan selama tiga kali laga tandang di Stadion Mandala musim lalu, Panitia Pelaksana (Panpel) meraup keuntungan mencapai satu milyar rupiah. Adapun tiga pertandingan itu masing-masing melawan Persepam Madura United (MU), Persela Lamongan dan Persiwa Wamena, pemasukan yang didapat panitia pelaksana ISL Persipura sebesar Rp 1.011.758.000.

Sementara pada partai Persipura vs Persela pendapatan Rp 427.306.500 dengan pengeluaran Rp 118.522.200. Yang mencolok dan kecolongan adalah partai Persipura vs Persiwa. Ibarat ‘besar pasak dari pada tiang’. Pada pertandingan Persipura vs Persiwa pendapatan Rp 23.413.500, sementara pengeluaran mencapai Rp 114.178.300.

Berbeda dengan musim 2014, Panpel belum melaporkan pemasukan putaran pertama dan evaluasi tentang menurunnya jumlah penonton menyaksikan setiap laga Persipura. Begitu pula dengan AFC tak ada laporan pemasukan termasuk jumlah karcis yang dicetak. Keluhan pentonton jelas tiket mahal dan ada siaran langsung dari TV sehingga mendingan saksikan langsung di layar kaca.

Berikut elemen-elemen Persipura baik di Jayapura maupun luar Papua yang dikutip dari Persipura.com :The Comen’s Cloofcamp, The Comen Jabaka, The Comen’s Waena, The Comen’s Abepura, The Comen’s Tanah Hitam, The Comen’s Opel, The Comen’s Abepantai, The Comen’s APO, The Comen’s Jawa, Jakarta, Bali,  GAM ( Gabungan Anak Melati ),  Black Eagle Dok IX, Fanggaisawa, Port Nummbay, King City, Samba APO,  Black Pearl Jakarta,  BED (Black Eagle Doxem), Sasorai – Vidard, OPM ( Ogut Persipura Mania ), Persipura Mania Yogyakarta, The Kraka’s (Timika PApua),Anker ( Anak Keriting ), Persipuramania Kaskus.  (Jubi/dominggus a mampioper)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENONTON SEDIKIT, DI MANA PERSIPURAMANIA?