MAHASISWA UNCEN DUGA ADA PERMAINAN TERKAIT KISRUH KEPEMIMPINAN FK-FISIP

share on:
Aksi demonstrasi Mahasiswa FK di depan kampus FK Uncen (Jubi/Mecky)
Aksi demonstrasi Mahasiswa FK di depan kampus FK Uncen (Jubi/Mecky)

Jayapura, 26/5 (Jubi) – Pimpinan Universitas Cenderawasih (Uncen) dinilai telah mengambil langkah maju karena telah memfasilitas ruang aspirasi mahasiswa saat mengkritisi pimpinan fakultas yang tidak pro mahasiswa (otoriter), namun bagian yang lain, telah tercipta rasa kecewa yang mendalam karena terkesan ada permainan

Memang dapat diakui bahwa ada satu langkah maju oleh pimpinan Uncen untuk mempertemukan para mahasiswa dan pimpinan fakultas kedokteran (FK) maupun Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) namun bila tidak mendapatkan solusi maka sama saja”, ujar ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Uncen, Yoan Alfredo Wantibman via telepon seluler.

Dia mengatakan, sebelumnya telah digelar pertemuan antara pimpinan Uncen, pimpinan FK dan FISIP dengan para mahasiswa di Auditorium Uncen, Jumat, 23/5 lalu.

Pada pertemuan itu, lanjut Yoan, mahassiswa FISIP melakukan aksi keluar ruangan (walkout) karena merasa tidak menemukan kesepakatan.

Sedangkan untuk mahasiswa kedokteran,teman-teman kan minta dekan untuk mundur dengan hormat karena selama 12 tahun memimpin tetapi belum ada perubahan, fasilitas semua yang lama sedangkan penerimaan tiap tahun selalu bertambah. Kalau untuk yang ini akan diadakan rapat senat tertutup untuk memutuskan permintaan para mahasiswa ini” ungkapnya dengan nada setengah pesimis karena telah tercium indikasi permainan.

Koordinator Solidaritas Mahasiswa Kesehatan Peduli Fakultas Kedokteran (SMKP-FK), Benyamin Lagowan menambahkan bahwa apa yang dituntut oleh mahasiswa caloin dokter itu, sudah diketahui pimpinan fakultas sejak November 2013 lalu.

Tetapi tidak pernah ada tanggapan dari Fakultas maka kami sudah antar ke Universitas. Kami sudah sakit hati, maka selama tuntutan kami belum digubris, FK Uncen akan terus dipalang sampai dekan harus diganti. kami sadar ini merugikan mahasiswa tetapi kami lebih sadar kalau ada kesalahan besar selama 12 tahun, maka kami memilih ambil resiko sekarang dari pada selesai dengan ilmu pas-pasan dan orang meragukan almamater kita” katanya dalam pesan singkatnya kepada wartawan media ini.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada semua pihak agar melihat dan mendukung masalah ini, karena ini menyangkut kesehatan di Papua lebih khusus bidang kedokteran”.

Dirinya juga menyatakan kekecewaannya kepada para senior fakultas yang dinilainya telah mengintervensi aksi para ini, “Kami heran bukannya membantu menyuarakan ketidakbenaran tapi malah menakut-nakuti dan meneror kami” imbuhnya.

Feronika, salah satu mahasiswa FK melalui pesan singkat kepada wartawan tabloidjubi.com juga mengaku sangat kecewa karena semua pihak tidak mematuhi kesepakatan bersama.

Saya mendapat laporan kalau ada mahasiswa kedokteran yang lain kuliah di Dok II. Hal seperti begini bagaimana kita mau maju, kita sudah komit bersama untuk tidak kuliah sampai tuntutan terpenuhi. Para dosen juga kasih teladan yang baik ka” tulis Fero nama singkatnya.

Lanjutan pesan itu,”bagi mahahsiswa kedokteran yang demo akan dipersulit saat perkuiahan di Dok II dan ini sangat nampak keotoriteran ibu dekan FK yang berkuasa selama 12 tahun ini” tulisnya pada bagian akhir pesan itu. (Jubi/Mecky)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MAHASISWA  UNCEN DUGA ADA PERMAINAN TERKAIT  KISRUH KEPEMIMPINAN FK-FISIP