SETAHUN, HANYA DUA BULAN GURU SD MENGAJAR DI DISTRIK TABONJI

share on:
Kepala Distrik Tabonji, Wilhelmus Harbelubun. (JUBI/Frans L Kobun)

Merauke, Jubi (9/6)- Kepala Distrik Tabonji, Wilhelmus Harbelubun mengungkapkan, dalamkurun waktu satu tahun, hanya dua bulan para guru di tingkat sekolah dasar (SD) melakukan kegiatan belajar mengajar sebagaimana biasa. Sedangkan sepuluh bulan lain, para guru menghabiskan waktu di kota dengan alasan melanjutkan studi ke perguruan tinggi agar bisa mengurus sertifikasi sesuai amanat dari pusat.

Hal itu disampaikan Wilhemus kepada tabloidjubi.com di Kantor Bappeda Merauke Senin (9/6). “Saya ingin mengatakan bahwa pendidikan di kampung-kampung di Distrik Tabonji, sama seperti zaman dahulu, praktis  tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dalam setahun, demikian Wilhelmus, hanya kurang lebih dua bulan para guru berada di tempat tugas. Biasanya menjelang pelaksanaan ujian akhir maupun penerimaan murid baru.

Sudah tiga tahun saya menjabat sebagai Kepala Distrik Tabonji. Sehingga sangat mengetahui dan memahami akan kondisi pendidikan di kampung-kampung,” katanya.

Lebih lanjut Wilhelmus menjelaskan, jika para guru itu hendak melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, harusnya Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke mengatur guru pengganti untuk sementara waktu, agar tidak terjadi kekosongan.

Ditambahkan, anak didik di kampung-kampung, mempunyai semangat dan motivasi untuk sekolah. Hanya saja, ketika datang ke sekolah, tidak ada guru. Sehingga tidak salah jika mereka mengikuti orangtua ke hutan untuk mencari makan demi kelangsungan hidup sehari-hari.

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke yang membidangi masalah pendidikan, Dominikus Ulukyanan melalui telpon selulernya mengatakan, kondisi pendidikan di daerah pedalaman seperti demikian.

Dari tahun ke tahun, saya berteriak tentang kekurangan guru di kampung-kampung lokal, namun tidak ada respon baik dari instansi terkait,” tandasnya.

Saya berharap dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke yang baru, Felix Liem Gebze, mempunyai suatu langkah terobosan dalam mengisi kekurangan tenaga guru di daerah pedalaman. Karena hampir tiap tahun kegiatan belajar mengajar tidak berjalan baik,” tuturnya. (Jubi/Frans L Kobun)


Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SETAHUN, HANYA DUA BULAN GURU SD MENGAJAR DI DISTRIK TABONJI