PENGALIHAN POS IMIGRASI RI-PNG WUTUNG, DEMI KEAMANAN WARGA PNG

share on:
Pos Pemeriksaan Lintas Batas-PPLB-Skouw (Jubi/Indrayadi TH)
Pos Pemeriksaan Lintas Batas-PPLB-Skouw (Jubi/Indrayadi TH)

Jayapura, 16/6 (Jubi) – Kepala kantor Imigrasi Jayapura, Garda DP Tampubolon menyatakan pos Imigrasi perbatasan RI-PNG di Wutung, Kota Jayapura, Papua di alihkan ke Pantai Hamadi, Jayapura Selatan. Pasca penembakan Kelompok Sipil Bersenjata (KSB) di  perbatasan RI-PNG beberapa waktu lalu.

“Kami alihkan pos, karena tidak aman. Orang yang lewat di sana tidak ada. Itu akibat penembakan yang terjadi diperbatasan (pada 3/6 – red) lalu, saat pemerintah provinsi Papua membuka pintu perbatasan darat kedua negara ini,” tegas Garda, Senin (16/6).

Menurut Garda, pihaknya tidak akan mengambil resiko warga PNG yang hendak masuk ke Kota Jayapura keamanannya terganggu. Untuk menghindari itu, ia mengalihkan pelayanan pos imigrasi dari Wutung ke Pantai Hamadi. Para warga dari PNG masuk ke Jayapura melalui laut dengan kapal atau speeboad.

“Kini warga PNG yang masuk ke Jayapura melalui jalur laut, karena mereka juga takut lewat jalan darat. Pihak keamanan Negara itu sendiri tidak bisa menjamin warga negaranya ketika berada di perbatasan Wutung, karena pelaku penembakan juga masuk dari wilayah mereka,” dikatakan Garda.

Sebelumnya, Rabu (4/6) Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Christian Zebua menyesalkan tindakan pembiaran oleh aparat keamanan Negara PNG, pasca penembakan anggotanya, Selasa (3/6) siang.

“Sedikit agak kecewa, karena gangguan itu persis datang dari wilayah negara sahabat PNG. Seharusnya kedua belah pihak mengamankan wilayahnya, ternyata teman-teman PNG sedikit agak lengah, sehingga dia (Kelompok Bersenjata-red) masuk dari jalan imigrasi di sana. Padahal itu wilayah PNG,” tegas Pangdam saat meninjau lokasi penembakan, Rabu (4/6). (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : Victor Mambor
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PENGALIHAN POS IMIGRASI RI-PNG WUTUNG, DEMI KEAMANAN WARGA PNG