PERSOALAN PILEG DI DEIYAI DIMINTA SEGERA DITANGANI

share on:
Ketua Komisi A DPRD Deiyai, Yohanes R Adii, S.Hut. (Jubi/Markus You)
Ketua Komisi A DPRD Deiyai, Yohanes R Adii, S.Hut. (Jubi/Markus You)

Jayapura, 16/6 (Jubi) – Hasil Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 di Kabupaten Deiyai, Papua, belum diterima pihak para calon legislatif (Caleg) yang merasa perolehan suaranya di lapangan dimanipulasi dan dialihkan ke Caleg dan partai lain. Ini memicu diadakan beberapa kali aksi demonstrasi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Deiyai, Yohanes Ricky Adii, meminta perhatian serius dari KPU Provinsi Papua. Ia berharap segera ada jawaban pasti terhadap persoalan dalam Pemilihan Legislatif 2014 di Kabupaten Deiyai.

“Ada banyak pihak tidak terima hasil pleno rekapan hingga penetapan. Menurut saya, ini memang harus segera direspon sebagai jaminan penyelenggaraan agenda Pilpres 9 Juli mendatang di Kabupaten Deiyai,” ujar Yohanes saat diwawancarai tabloidjubi.com di Kota Jayapura, Papua, Senin (16/6) siang.

Sejumlah Caleg, pengurus parpol dan saksi yang keberatan, kata Yohanes, sudah beberapa kali demo di Bawaslu Papua. Mereka demo karena menilai terjadi manipulasi dalam pleno penetapan oleh KPU Deiyai beberapa pekan lalu.

“Sampai hari ini penetapan kursi dan caleg terpilih di Deiyai masih dipersoalkan. Jadi, kami harap, KPU Papua, Bawaslu dan Polda Papua segera tangani supaya tidak mengganggu agenda Pilpres yang sudah semakin dekat,” ujar Yohanes.

Beberapa waktu lalu, Yohanes telah berkoordinasi dengan pihak KPU Papua, Bawaslu dan Polda Papua dalam hal ini Wakapolda. Saat pertemuan, ia sampaikan persoalan Pileg di Kabupaten Deiyai.

“Sekarang kami minta respon sesuai aturan. Ini harus ada, karena kami tidak mau kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami tidak mau rakyat kami di Deiyai jadi korban,” tutur Yohanes yang juga alumni Universitas Papua ini.

Sebelumnya, wakil dari Masyarakat Deiyai Peduli Demokrasi, Elius Pekei menuding pleno penetapan perolehan kursi dan calon legislatif terpilih di Kabupaten Deiyai tak sah lantaran diduga terjadi pengalihan suara antar caleg bahkan ke parpol lain. “Kami masyarakat pemilik suara tuntut hasil pleno itu harus dibatalkan dan segera diulang,” tegasnya di halaman kantor Bawaslu Papua, beberapa hari lalu.

Kata Elius, sudah tiga kali pihaknya adakan demo serupa. Hanya, belum ada respon dari Bawaslu. Saat demo, tak ada satupun komisioner Bawaslu Papua menemui massa. Konon, mereka sedang di Jakarta mengikuti sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pernyataan tuntutannya sudah jelas, sehingga harus segera ada rekomendasi untuk dieksekusi. Kalau ini tidak diakomodir, masyarakat siap boikot Pilpres 2014 di Deiyai dan beberapa kabupaten tetangga lainnya,” tegas Elius yang mengutip pernyataan massa aksi. (Jubi/Markus You)

Tags:
Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PERSOALAN PILEG DI DEIYAI DIMINTA SEGERA DITANGANI