GEMA TIFA MERIAHKAN FDS VII 2014

share on:
Penari dan Penabur Tifa 'Gema Tifa Harmoni Kehidupan' (Jubi/Mecky)
Penari dan Penabur Tifa ‘Gema Tifa Harmoni Kehidupan’ (Jubi/Mecky)

Sentani, 19/6 (Jubi) – Tari gema tifa harmoni kehidupan, tidak sembarang dibawakan tetapi hanya pada hari-hari khusus di kampung-kampung dan dalam acara seperti ini. Untuk membawakannya pun harus mendapat izin dan restu dari Ondoafi, bila tidak diperbolehkan maka berapa pun bayarannya tidak akan dibawakan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura, Agus Wali kepada wartawan tabloidjubi.com setelah group penabur tifa dan penari kampung Yoboi menampilkan di hadapan para tamu undangan dan hadirin Festival Danau Sentani (FDS) VII, 19/6.

Menurut Wali, tari ini menceritakan tentang semua nilai-nilai dan kebesaran yang dimiliki oleh seorang Ondoafi dalam bentuk tarian yang dihiasai dengan ukiran atau anyaman yang dikenakan pada kepala, leher dan kaki serta ungkapan-ungkapan atau ucapan dalam bahasa yang pada intinya menceritakan kekuasaan sang Ondoafi.

Dia mengatakan, beberapa atribut yang dikenakan oleh penari pada bagian tubuh dan juga yang di pegang misalnya tifa memiliki nilai budaya yang sangat tinggi dan sakral sehingga harus mengikuti komando yang dituakan dan juga dan tentu tidak sembarang orang.

Bila  bapak Ondoafi ada bersama kami, menyaksikan tarian ini pasti dia akan terharu dan menangis karena yang kami bawakan ini untuk dia, kalau kita pulang, Bapak Ondo akan bunuh babi, kita makan bersama lalu meletakkan kembali pada tempatnya peralatan dan perhiasan yang digunakan penari pada kesempatan ini,” ujarnya sambil memberikan apresiasi kepada para jurnalis yang menyebarluaskan berita FDS ke penjuru dunia.

Petrus Wali, pelatih tim Gema Tifa Harmoni Kehidupan ditempat yang sama mengungkapkan rasa bahagianya karena para penari yang berjumlah sekitar 500an telah membawakan tarian dengan sangat baik.

Petrus juga mengungkapkan bahwa tarian yang dipersiapkan selama kurang lebih satu bulan ini intinya menceritakan tentang kebesaran Ondoafi dalam lagu-lagu dan tarian. Kepesertaannya terdiri dari anak-anak kecil sampai dewasa lebih khusus laki-laki.

Lee-Anne Burnett, wisatawan asing berkewarganegaraan Australia yang diwawancarai oleh wartawan media ini mengaku terpesona dengan suguhan tersbeut.

Meski saya tidak mengerti apa yang mereka nyanyikan, tapi saya dapat merasakan sesuatu yang sama, seperti masyarakat aborigin di Australia,” ujarnya.

Festival Danau setani (FDS) VII tahun 2014 mengambil tema “Budayaku, Hidupku “ dan dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) RI, HR. Agung Laksono serta dihadiri oleh puluhan wisatawan asing dan ratusan wisatawan lokal. (Jubi/Mecky)


Tags:
Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  GEMA TIFA MERIAHKAN FDS VII 2014