PUSAT JANGAN JADIKAN ORANG PAPUA WARGA NEGARA KELAS TIGA

share on:
Bram Ataruri ( Albert/Jubi )
Bram Ataruri ( Albert/Jubi )
Sentani, 20/6 ( Jubi ) -  Pemerintah Pusat, diminta untuk tidak menjadikan orang Papua sebagai warga negara kelas tiga, karena hal itu akan terus menjadi pemicu munculnya gerakan-gerakan yang bertentangan dengan negara. 

Demikian diungkapkan Gubernur Papua Barat, Bram Ataruri, kepada wartawan, saat menghadiri pembukaan Festival Danau Sentani ke-VII, di Sentani, beberapa waktu lalu.
Bram berharap di semua aspek, orang Papua harusnya dianggap sama dan sederajat dengan orang Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali,  sebagai warga negara yang mempunyai hak untuk mendapat perlakuan yang sama dan adil. Bukan sebaliknya, menjadikan orang Papua sebagai orang yang tidak ada harganya.

" Jangan jadikan kita di Papua sebagai warga negara kelas tiga, itu tidak boleh. Karena hal itu akan memicu suara-suara miring dari masyarakat," ungkapnya.

Tokoh pemuda asal Sentani, Denix Felle, sependapat dengan pernyataan Gubernur Papua Barat itu, ia juga menilai, Papua masih menjadi duri dalam daging Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Selama bersama Indonesia, perjuangan Papua barat melepaskan diri dari NKRI tidak pernah pupus.
"Berbagai solusi diberikan pemerintah, semuanya itu seperti tanpa makna. Rakyat Papua tetap berteriak, mereka merasa dianaktirikan, padahal kekayaan alam Papua dikuras habis-habisan untuk NKRI," tandasnya kepada tabloidjubi, Jumat ( 20/6 ).
Menurutnya, Otonomi Khusus (Otsus) Papua seperti halusinasi bagi kebanyakan rakyat Papua, dan nyaris tidak merasakan dampak dari program besutan pemerintah pusat. ( Jubi/Albert )

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PUSAT JANGAN JADIKAN ORANG PAPUA WARGA NEGARA KELAS TIGA