ANTISIPASI PUNGLI, DINAS PENDIDIKAN TURUNKAN PENGAWAS

share on:
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda. (Jubi/Alex)
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda. (Jubi/Alex)

Jayapura, 30/6 (Jubi) – Untuk mengantisipasi praktek  pungutan liar (pungli) saat penerimaan siswa baru tahun ajaran 2014/2015 di Papua, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua menurunkan delapan orang pengawas.

Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua, Elias Wonda, mengatakan hal ini dilakukan, karena pungutan dalam proses penerimaan siswa baru  tidak diperbolehkan . Kalaupun ada, itu berarti inisiatif dari sekolah itu sendiri.

“Kami ada tim pengawas yang sudah turun ke lapangan, dan telah diperintahkan kepada mereka untuk turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan pengawasan. Dan sampai saat ini belum ada laporan ke saya, dan kami sudah resmi sampaikan kepada pengawas untuk meninjau langsung ke sekolah, apakah ada pungli atau tidak,” kata  Elias Wonda, di Kota Jayapura, Papua, Senin (30/6).

Soal pungli, kata Elias, dirinya telah mendengar isu tersebut, hanya saja isu tersebut belum bisa dikatakan benar karena belum ada bukti nyata yang menguatkannya. “Memang ada beredar isu itu, tapi bukti benar atau tidak, saya belum terima laporan dari pengawas,” tukasnya.

Sementara mengenai sanksi, kata Wonda, bagi sekolah yang ketahuan melakukan pungutan dalam proses penerimaan siswa baru, akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak dinas pendidikan kabupaten/kota.

“Sanksi pasti kami serahkan ke kabupaten/kota yang punya wilayah, itu pasti kami serahkan kepada Kepala Dinas untuk memberikan sanksi kepada yang bersangkutan,” katanya.

Ditambahkannya, kemungkinan ada dilakukan pungutan di sekolah-sekolah, tetapi peruntukannya bisa saja untuk uang sumbangan berbagai kegiatan sekolah, seperti sumbangan OSIS, pembangunan dan lain sebagainya.

Di tempat terpisah, Fredrik, salah seorang wali murid mengatakan, sejauh ini tidak ada pungutan-pungutan dalam pendaftaran murid baru. Kalau adapun dan itu untuk digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, selaku orang tua kami tidak akan keberatan. Misalnya, untuk kebutuhan buku dan seragam sekolah.

“Sejauh ini tidak ada pungutan. Kami orang tua hanya datang ke sekolah untuk mengambil formulir pendaftaran dan kemudian akan dikembalikan. Dalam waktu dekat, siswa yang mendaftar akan mengikuti ujian masuk. Tetapi kalau ada pungutan yang sifatnya untuk mendukung proses jalannya belajar mengajar, kami orang tua tidak akan keberatan,” kata Fredrik. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  ANTISIPASI PUNGLI, DINAS PENDIDIKAN TURUNKAN PENGAWAS