HAK-HAKNYA TIDAK DIPENUHI, PARA STAF PALANG KANTOR KPU PANIAI

share on:
Staf Sekretaris KPU Paniai di depan gudang logistik yang telah dipalang. (Jubi/Ist)
Staf Sekretariat KPU Paniai di depan gudang logistik yang telah dipalang. (Jubi/Ist)

Jayapura, 3/7 (Jubi) — Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paniai dipalang honorer dan staf sekretariat karena hak-hak mereka pada saat pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu belum dibayar. Aksi pemalangan itu menyebabkan aktivitas di Kantor KPU Paniai lumpuh. Tidak ada aktivitas di lembaga penyelenggara Pemilu itu, padahal Pilpres 2014 tingal lima hari lagi akan digelar.

“Sejak  Senin tanggal 30 Juni lalu sampai hari ini kantor dan gudang KPU sudah dipalang. Logistik Pilpres masih utuh dalam kemasan di gudang,” kata salah satu staf sekretariat KPU Paniai, Thomas Yeimo, saat dikonfirmasi tabloidjubi.com melalui telepon, Kamis (3/7) malam.

Palang dan pamflet yang dipajang petugas honorer dan staf sekretariat, kata dia, masih belum dilepas. Thomas khawatir aksi itu mengganggu jalannya pelaksanaan Pilpres. “Pilpres sudah semakin dekat. Kalau sudah ada jawaban,  baru kami kerja,” tegasnya.

Tak hanya logistik Pilpres yang masih utuh. KPU Paniai juga belum melakukan tahapan Pilpres lainnya.Misalnya  pemutakiran data pemilih, pembekalan anggota penyelenggara pemilu daerah (PPD), sosialisasi pemungutan, dan lainnya.

“Sampai hari ini sekretaris dan para komisioner KPU Paniai semua tidak ada di tempat. Kami kecewa,makanya  kami palang kantor dan gudang logistik,” ujar Yeimo.

Jefry Nawipa, staf Sekretariat KPU Paniai, selain hak mereka yang belum dicairkan, para petugas PPD, PPS, KPPS juga dikabarkan bernasib sama. “Honor kami semua belum dibayar. Sudah beberapa kali kami hubungi Sekretaris KPU dan bendahara, tetapi handphone mereka tidak aktif. Sekarang mereka ada di mana, kami  juga tidak tahu. Ini bikin emosi. Ya, terpaksa kami palang dan kami tidak kerja,” tutur Jefry.

Sebenarnya, imbuh Jefry, para staf mau kerja. Namun, karena tidak ada kejelasan soal pembayaran honor saat bekerja saat Pileg lalu, akhirnya para staf tidak mau bekerja . “Hak kami harus dibayar. Kalau tidak bayar, untuk apa kami sibuk kerja? Biarlah logistik, dorang mau lipat atau tidak, terserah saja. Kami tuntut hak pada waktu Pilpres itu selesaikan dulu, baru bisa bisa lanjut kerja untuk Pilpres,” katanya.

Para staf KPU Paniai itu berharap, masalah ini diseriusi pihak terkait. Baik Bawaslu maupun KPU Provinsi Papua harus turun untuk menyelesaikan persoalan agar Pilpres bisa dilaksanakan. Jika tidak, kemungkinan besar  Pilpres tidak bisa digelar di Kabupaten Paniai.  (Jubi/Markus You)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  HAK-HAKNYA TIDAK DIPENUHI, PARA STAF  PALANG KANTOR KPU PANIAI