PEMERINTAH JAYAWIJAYA ANTISIPASI KEDATANGAN PSK EKS DOLLY

share on:
Asisten II Setda Jayawijaya, Gaad P. Tabuni, SP,MM. (Ronny/Jubi)
Asisten II Setda Jayawijaya, Gaad P. Tabuni, SP,MM. (Ronny/Jubi)

Wamena, 3/7 (Jubi) – Sejumlah Kabupaten  Kota di Papua telah melakukan antisipasi kedatangan para pekerja seks komersial (PSK) eks Dolly, Surabaya yang diisuhkan akan didatangkan ke Papua.

Di Kota Jayapura dan Kabupaten Mimika, sebagaimana diberitakan beberapa media, pemerintah di kedua daerah itu telah melakukan antisipasi kedatangan para PSK eks Dolly, Surabaya.

Sementara pemerintah daerah Kabupaten Jayawijaya, melalui Asisten II Sekda Kabupaten Jayawijaya, Gaad Piranit Tabuni mengakui pihaknya belum mengetahui hal itu.

“Itu merupakan kondisi umum. Tapi hal itu tidak mungkin bisa terjadi. Saya tidak tahu karena kondisi-kondisi itu. Jadi  tidak mungkinlah mereka itu datang kesini,” kata Gaad, Kamis (3/7).

Namun menurut Gaad, hal itu harus diantisipasi, bila perlu tidak boleh di datangkan karena di Jayawijaya juga sudah ada PSK jalanan, sehingga jika ditambah akan menambah beban daerah. “Harus itu kita antisipasi disini, kalau boleh mereka tidak usah datang. Sebab bisa merusak kondisi disini,” kata Gaad, yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Jayawijaya.

Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo mengatakan, pemerintah telah mengatasi PSK jalanan yang ada dengan mengelompokan para PSK. Tapi di luar dari itu kelompok tersebut semakin banyak ,sehingga angka penyebaran HIV/AIDS di Jayawijaya semakin tinggi.

“Kami kesulitan atasi PSK jalanan di sini karena cukup banyak dan tidak menetap. Mungkin sekarang disini, besok ke Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo dan kembali lagi ke Wamena. Jadi pergerakan inikan terus menerus terjadi, sehingga susah kita proteksi,” ungkap Wetipo.

Menurut Wetipo, masyarakat juga tak menginginkan adanya lokalisasi di Jayawijaya, sehingga PSK jalanan berada di keluarga masing-masing. Sehingga tak bisa diketahui identitasnya. “Nah persoalan sekarang, kita tak bisa proteksi.  Sebab susah sekali kita deteksi, karena keberadaannya di keluarga dan di rumah-rumah,” tandasnya. (Jubi/Ronny Hisage)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PEMERINTAH JAYAWIJAYA ANTISIPASI KEDATANGAN PSK EKS DOLLY