SEORANG PRIA TEWAS DITIKAM, WARGA MINTA TAMBAH POS POLISI DI PASAR YOUTEFA

share on:
Ilustrasi Penikaman (policelinenews.com)
Ilustrasi Penikaman (policelinenews.com)

Jayapura, 3/7 (Jubi) – Seorang warga tewas karena ditikam usai berdebat dengan seorang rekannya sendiri di Pasar Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (3/7) petang tadi. Akibat kejadian itu, sebagian warga meminta pihak kepolsian menambah Pos Polisi (Pospol) guna meredam aksi tindak kriminal di pasar tersebut.

Heri, salah satu warga komplek Pasar Youtefa, kepada tabloidjubi.com membenarkan adanya ketegangan tersebut saat penikaman  yang diperkiran terjadi sekitar pukul 17.30 waktu Papua. Ia menuturkan, korban penikaman adalah Ismail, pria yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam di Pasar Youtefa.

“Korban meninggal dunia. Korban sudah berkeluarga, istrinya ada di Makassar, Sulawesi selatan. Korban berusia sekitar 50-an lebih,” kata Heri, Kamis (3/7).

Menurutnya, pelaku penikaman diduga adalah teman korban. “Tadi Anggota Brigade Mobile (Brimob) Polda Papua sempat melihat korban berlumuran dara. Penikaman terjadi di belakang Pedagang Kaki Lima (PKL). Lokasinya  jauh dari pos polisi. Sekarang korban ada di rumah sakit Bhayangkara, Kotaraja,” kata Heri.

Heri berharap, banyaknya tindak kriminal di kompleks Pasar Youtefa dan Terminal Youtefa harus menjadi perhatian pihak kepolisian. Heri berharap polisi menambah Pos Polisi (Pospol) di areal tersebut. Sebab, menurut dia,  pasar menyangkut orang banyak dan  bukan hanya satu suku  yang beraktivitas di pasar tersebut.

“Kalau perlu buka lagi pos pengamanan lain dari pada pos polisi yang ada saat ini. Karena pospol itu sendiri rupanya tidak bisa berfungsi, karena anggota pospol hanya sistem rolling, piket malam dan pagi,” katanya.

Heri membeberkan di kompleks Youtefa bukan hanya pasar yang rawan tindak kriminal, melainkan wilayah terminal juga. “Kalau bisa harus ada pos polisi di daerah terminal itu. Suasana sekarang sudah aman, tadi masyarakat sempat terpancing emosinya. Tetapi, tadi saya coba tenangkan masyarakat. Mereka itu sama-sama teman minum. Mungkin ada salah paham satu dua kata, ya namanya orang kalau sudah dipengaruhi minuman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Sulistyo Pudjo Hartono membenarkan kejadian tersebut. Kejadian berawal akibat mengkonsumsi minuman keras di Blok C PKL.

“Korban Ismail Kumis meninggal dunia akibat tusukan sebilah badik pada bagian dada sebelah kiri,” kata Pudjo yang dikutip dari rilis persnya.

Pudjo mengatakan, korban berusaha diselamatkan dengan dibawa  ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun,  dalam perjalanan meninggal dunia akibat kehabisan darah. “Pelaku sekarang masih dalam pencarian aparat kepolisian. Kami minta pelaku untuk menyerahkan diri mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SEORANG PRIA TEWAS DITIKAM, WARGA MINTA TAMBAH POS POLISI DI PASAR  YOUTEFA