RAMADHAN, TEMPAT HIBURAN MALAM DI JAYAPURA BANYAK LANGGAR ATURAN

share on:
Kepala Satpol PP Provinsi Papua, Alex Korwa. (Jubi/Alex)
Kepala Satpol PP Provinsi Papua, Alex Korwa. (Jubi/Alex)

Jayapura, 10/7 (Jubi) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Papua, Alex Korwa mengatakan, dari hasil razia yang dilakukan pihaknya di bulan Ramadhan, banyak didapati tempat-tempat hiburan malam dan panti pijat yang ada di Kota Jayapura melanggar aturan.

“Sabtu (6/7) lalu, kita ada lakukan razia ke tempat hiburan malam, panti pijat. Hasilnya banyak sekali yang kedapatan melanggar peraturan yang telah dikeluarkan Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano. Untuk itu, perlu perhatian yang lebih serius lagi dalam menertibkan tempat-tempat hiburan malam,” kata Alex kepada wartawan, di Kota Jayapura, Papua, Kamis (10/7).

Ke depan, jika dalam Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) sudah dihasilkan dan menjadi payung hukum kuat, pihaknya akan bertindak lebih tegas lagi.

“Razia kemarin itu bersifat teguran saja, karena dengan adanya Raperdasi yang kita hasilkan baru itu menjadi payung hukum yang kuat untuk kita turun. Namun, sebelum peraturan itu turun, kegiatan dalam mengawasi tempat-tempat hiburan malam akan terus berlanjut dengan berbagai variasi,” kata Alex.

Meskipun belum memiliki payung hukum yang kuat, tegas Alex, yang tertangkap dalam razia, pihaknya telah diperingatkan dan jika mengulang hal yang sama, ijin usahanya akan dicabut dan bicarakan kepada pemerintah kota karena itu wilayah kota.  “Satpol PP Provinsi sifatnya hanya memback up saja,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Jayapura, Dominggus Rumaropen mengatakan, walau di bulan Ramadhan jam penjualan minuman keras (miras) sudah dibatasi, namun masih banyak penjual miras yang tidak menaati instruksi dari wali kota Jayapura.

“Banyak temuan di lapangan, penjual miras melakukan transaksinya dengan membeli lewat jendela dan pintu atau penjual menjajakan miras yang disembunyikan pada tas-tas ranses. Ini penjual yang nakal. Saat dilihat patroli, memang tempat usahanya tutup, tapi mereka melakukan penjualannya lewat cara-cara seperti itu,” kata Dominggus.

Di samping itu, Dominggus juga mengaku masih kesulitan melakukan penertiban terhadap kios-kios yang menjual sembako, namun didalamnya menjual miras juga. “Ini yang susah ditertibkan. Dilain pihak mau ditutup, tapi kios ini juga menjual sembako untuk kebutuhan warga setiap hari. Jika ada temuan seperti ini, paling tidak kami memberikan teguran,” ujarnya. (Jubi/Alex)


Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  RAMADHAN, TEMPAT HIBURAN MALAM DI JAYAPURA BANYAK LANGGAR ATURAN