JUNI-SEPTEMBER, CURAH HUJAN DI MIMIKA DIPERKIRAKAN TINGGI

share on:
Wilayah Pesisir Pantai di Mimika, dengan hutan mangrove yang berada sepanjang bibir pantai, sering juga dipengarhui perubahan cuaca wilayah pesisir (Jubi/Eveerth)
Wilayah Pesisir Pantai di Mimika, dengan hutan mangrove yang berada sepanjang bibir pantai, sering juga dipengarhui perubahan cuaca wilayah pesisir (Jubi/Eveerth)

Timika, 11/7 (Jubi) – Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun  Timika, Dwi Cristianto mengatakan, awal bulan Juni sampai September 2014, intensitas hujan di Timika akan terus tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh topografi dan geografi wilayah Mimika.

“Awal bulan Juni sampai September intensitas hujan di Mimika masih tinggi. Hal tersebut dipengaruhi oleh topografi dan geografi wilayah mimika,” ujar Dwi Cristianto, di Timika, Jumat (11/7)

Dikatakan, Meskipun curah hujan dalam dua bulan terakhir di Kota Timika cukup tinggi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Timika menilai hal itu masih normal.

Ia menuturkan, sesuai data bulan Juni dan Juli sampai September, intensitas curah hujan rata-rata 147 mm. Sementara untuk kondisi laut Arafuru saat ini cukup hangat mencapai 29° Celsius. Kondisi ini akan memicu hujan dan gelombang, tetapi jika dibanding intensitas curah hujan di Mimika dengan Jakarta, masih dikatakan tinggi curah hujan Mimika. Jika Jakarta idensitas curah hujan yang mencapai 147 mm, maka Jakarta sudah dilanda banjir.

Lanjut Dwi, untuk kecepatan angin mencapai 20-40 kilo meter perjam, sedangkan tinggi gelombang laut mencapai dua sampai tiga meter. Dengan tingginya gelombang tersebut akan menyulitkan nelayan melaut.

Untuk Indonesia wilayah timur khususnya Papua yang memiliki curah hujan cukup tinggi yaitu, Timika, Wamena, dan Sorong.

Kata dia, untuk wilayah barat musim penghujan terjadi sekitar bulan Oktober sampai masuk bulan April tahun berikutnya.

“Kalau di wilayah barat curah hujannya mudah dilihat, jika dalam sepuluh hari secara beruturut-turut, maka hal tersebut dikatakan musim penghujan dan bisa menyebabkan banjir. Beda dengan daerah yang berpengaruh local, dimana kondisi Topografi sangat berpengaruh kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk suhu di Mimika saat ini mencapai 21° Celcius. Jika masuk pada bulan September, pada saat itulah terjadi musim peralihan, maka dalam musim peralihan akan disertai guntur serta angin kencang.

Jika terjadi badai tropis dibagian barat barulah di Mimika akan mengalami musim panas. Namun menurutnya dalam beberapa bulan kedepan Mimika masih mengalami musim hujan.

“Jika di wilayah Mimika mengalami cuaca panas itu berarti di wilayah barat terjadi badai tropis. Tetapi melihat data kami sekarang ini Mimika dalam satu bulan kedepan masih dalam musim penghujan,” tandanya.

Sementara itu, Seorang Pengendara Motor Ojek, Maskulin mengakui, akhir – akhir ini cuaca tidak menentuh, namun masih normal, karena hampir setiap hari di Timika selalu saja ada hujan , walaupun diwaktu – waktu yang berbeda. (Jubi/Eveerth)

Tags:
Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  JUNI-SEPTEMBER,  CURAH HUJAN DI MIMIKA DIPERKIRAKAN TINGGI