EMPAT GEREJA DI PAPUA BEKERJASAMA DENGAN KLASIS SCHWELM JERMAN

share on:
Pdt. Dr. Sieghfried Zolner  dan Sala Satu Pengurus GKI, Menunjukan Majalah Kemitraan Dihadapan Warga Jemaat (Ronny/Jubi)
Pdt. Dr. Sieghfried Zolner dan Sala Satu Pengurus GKI, Menunjukan Majalah Kemitraan Dihadapan Warga Jemaat (Ronny/Jubi)

Wamena, 13/7 (Jubi) – Empat Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Papua, yakni GKI Papua Klasis Baliem Yalimo, GKI Papua Klasis Yalimo, GKI Papua Klasis Yalimo Utara dan GKI Papua Klasis Mambramo Apawer. Keempat klasis ini bekerjasama dengan Klasis Schwelm Jerman meluncurkan majalah kemitraan. Peluncuran majalah ini dipusatkan di Gedung Gereja GKI Papua Klasis Betlehem Wamena, Kabupaten Jayawijaya, yang diawali dengan ibadah, pada Minggu (13/7).

“Menurut kami ini sesuatu yang baru karena sejak pekabaran injil berjalan selama 50 tahun lebih, ini baru pertamakali dari pihak gereja partner di Jerman. Memang mereka sudah mengkampanyekan situasi pelayanan di Papua, baik itu lingkungan hidup, sosial politik atau perkembangan yang terjadi di Papua, orang disana sudah mengenal. Tapi bagi kami, majalah ini hal baru,” jelas Ketua GKI Papua Klasis Baliem Yalimo, Pdt. Judas Meage, Minggu (13/7).

Diakui Pdt Judas, banyak kegiatan yang dilakukan pihak gereja, khususnya GKI di wilayah pegunungan tengah Papua, tapi belum tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat. Sehingga dengan adanya Majalah Kemitraan itu, diharapkan bisa mengangkan berbagai hal yang terjadi di kalangan gereja dan masyarakat.

“Sering kita pergi ke Jerman dan mengikuti semua perkembangan kerja sama, tapi belum tersosialisasi di jemaat. Sehingga dengan majalah ini kita mengangkat semuanya ke permukaan, karena kami juga ada beberapa pendeta yang biasa menulis situasi pelayanan yang mereka hadapi di jemaat, di pos-pos di rayon, semuanya bisa diperkanalkan melalui majalah terkait kondisi ril yang mereka alami,” jelas Pdt Judas.

Selain itu, kata Pdt Judas, perkembangan pemekaran rayon di wilayah pegunungan belum tersosialisasi secara baik, sehingga banyak pihak belum mengetahui hal itu. Diharapkan melalui Majalah Kemitraan yang bekerjasama dengan Klasis Schwelm Jerman dapat mengangkat berbagai fenomena yang terjadi di gereja, maupun masyarakan luas di wilayah pegunungan ini.

“Semoga para penulis yang ada di gereja, terutama pemuda sebagai generasi penerus gereja dan bangsa dapat menulisnya dengan baik. Banyak pemuda yang sebenarnya aktif di gereja, tapi mungkin berbagai keterbatasan, sehingga belum mencapai kesana. Maka dengan adanya majalah ini, kami akan beerusaha untuk menuliaskannya,” katanya Pdt Judas.

Salah satu perwakilan Klasis Schwelm Jerman, Pdt. Dr. Sieghfried Zolner mengatakan, peluncuran majalah ini diharapkan umat GKI, terutama pemuda Papua bisa mengangkat berbagai persoalan sosial dalam masyarakat yang jarang diangkat kepermukaan.

“Dengan harapan, gereja juga memiliki peranana dalam mengangkat masalah-masalah di kalangan masyarakat. Ya saya harap pemuda Papua setia pada gereja, tetapi juga mereka melihat masalah-masalah sosial dalam masyarakat yang sering tidak dilihat oleh pendeta-pendeta, tetapi justru pemuda harus melihat itu dan harus angkat suara untuk orang yang tertindas, lemah dan miskin, supaya gereja dipercaya banyak orang,” ungkap Pdt. Zolner.

Pdt Zolner juga mengajak pemuda Papua untuk harus terbuka dalam menanggapi semua informasi yang ada di sekitarnya, maupun yang datang dari luar dengan tidak cepat percaya. Mengolah setiap informasi dengan terus bertanya dan menanamkan prinsip ketidakpuasan atas jawaban yang ada untuk terus menggali informasi secara mendalam.

“Pemuda tidak boleh terlalu cepat percaya apa yang dikabarkan disini, tetapi mereka harus cari tahu dan bertanya terus dengan prisnsip tidak pernah puas dengan jawaban yang didapat, supaya informasi itu bisa digali yang sebenarnya,” tandas Pdt Zolner. (Ronny/Jubi)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  EMPAT GEREJA DI PAPUA BEKERJASAMA DENGAN KLASIS SCHWELM JERMAN