FRED BORAY: TAMBANG RAKYAT BUKAN UNTUK PERUSAHAAN

share on:
Sekdis Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Fred Boray. (Doc.Jubi)
Sekdis Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Fred Boray. (Doc.Jubi)

Jayapura, 16/7 (Jubi) – Sekretaris Dinas (Sekdis) Pertambangan dan Energi Provinsi Papua, Fred Boray menyatakan, tambang rakyat yang ada di beberapa kabupaten di Bumi Cenderawasih hanya diperuntukkan bagi masyarakat, bukan perusahaan.

“Misalnya tambang rakyat di Degeuwo, Kabupaten Paniai, kami minta bupati mencabut ijin penambangan yang ada diwilayahnya. Wilayah itu diperuntukkan bagi rakyat untuk melakukan tambang emas tradisional, bukan untuk perusahaan. Tidak boleh perusahaan bekerja. Kini ada 42 perusahaan yang beroperasi di Degeuwo, tapi hanya enam yang memiliki ijin,” kata Fred Boray, Rabu (16/7).

Menurutnya, kabupaten yang sering dijadikan area penambangan liar oleh perusahaan yakni Kabupaten Nabire, Paniai, Intan Jaya dan Deiyai. Padahal area penambangan di wilayah itu untuk tambang rakyat.

Kata dia, harus disadari bahwa orang Papua tak punya modal untuk melakukan penambangan dengan peralatan canggih, sehingga harus ada langkah konkrit pemerintah untuk memperhatikan masyatakat setempat.

“Instrusi gubernur sudah ada kami akan tertibkan. Ini rencana penertiban sejak jaman gubernur sebelumnya. Kami akan surati Pemda yang mengeluarkan ijin pertambangan sembarangan,” ujarnya.

Dalam suatu kesempatan, Gubernur Papua, Lukas Enembe pernah menyatakan akan mencabut kurang lebih 60 an perizinan pengelolaan hutan, pertambangan, hingga perkebunan yang dikeluarkan dua carataker Gubernur Papua sebelumnya.

“Selama itu hampir 60 perusahaan pengelolaan hutan, perusahaan  pertambangan dan perkebunan mendapatkan izin baru untuk beroperasi di Papua. Akhirnya terjadi monopoli sumber daya, tanah dan hutan. Mekanisme ini harus diatur supaya tidak dimonopoli satu grup atau perusahaan,” kata Lukas Enemba kala itu. (Jubi/Arjuna)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  FRED BORAY: TAMBANG RAKYAT BUKAN UNTUK PERUSAHAAN