WARTAWAN SULUH PAPUA MENGAKU DIINTIMIDASI SECURITY SAAT MELIPUT

share on:
Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis (Jubi/IndrayadiTH)
Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis (Jubi/IndrayadiTH)

Jayapura, 21/7 (Jubi) – Diduga petugas keamanan (security) lakukan intimidasi terhadap seorang wartawan Suluh Papua, saat melakukan tugas jurnalistiknya di kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) X Papua, Tanah Hitam, Kota Jayapura, Papua, Senin (21/7).

Walhamri Wahid, salah satu wartawan, yang juga sebagai Pimpinan Redaksi (Pimred) Suluh Papua menuturkan, dirinya dilarang oleh petugas keamanan (Security) di Kantor BBPJN X Papua saat berada di pintu masuk kantor yang terletak di wilayah Tanah Hitam, Kota Jayapura, Papua itu.

“Kamu wartawan tidak boleh masuk-masuk ke sini lagi, Kepala Balai sudah larang masuk. Buat kacau saja, tulis sembarang-sembarang, buat susah kami punya teman saja,” kata Amri, panggilan akrab Walhamri Wahid, sambil menirukan kalimat petugas keamanan Balai kepada tabloidjubi.com, Senin (21/7).

Menurut Amri, saat kejadian hanya dirinya sendiri sebagai wartawan yang ada di lokasi itu. Namun, ia melihat ada dua anggota polisi berpakaian dinas juga berada di lokasi. Saat dirinya keluar dari kantor tersebut, salah satu security berpakaian safari menghadang.

“Bapak wartawan yang kemarin kah? Saya mungkin maksudnya wartawan yang angkat berita balai. Saya tangkapnya seperti itu, mungkin mereka tidak terima ada mereka punya teman anggota Kopassus saya tulis di berita itu,” kata Amri.

Satu jam sebelumnya, Amri mengaku menunggu salah satu Kepala Bidang Pelaksanaan di kantor itu. Setelah bertemu terjadi intimidasi terhadap dirinya. “Saat saya pertama kali ke kantor ini, mereka tidak pernah tegur-tegur, saya sudah sering ke kantor ini. Mereka harus memahami, kalau saya menjalankan tugas jurnalistik, dari tulisan saya itu, kan ada keterangan polisi. Masa saya rekayasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPJN X Papua, Thomas Setiabudi Aden saat dikonfirmasi tabloidjubi.com menampik soal intimidasi itu. Keterangan dari security, kata Thomas, yang bersangkutan (oknum wartawan) telah menemui salah satu kepala bidang di kantornya.

“Jadi tidak ada yang menghalangi terhadap tamu, kalau kemudian ada kejadian yang dituduhkan, sampai sekarang tidak ada laporan ke saya,” kata Thomas.

Menurutnya, oknum wartawan itu menanyakan kedirinya langsung, soal adanya dugaan pelarangan yang dilakukan anak buahnya. “Harus tanya saya dulu, apa betul ada larangan dari Kabalai sebelum menyebar berita yang belum dipastikan kebenarannya,” ujarnya. (Jubi/Indrayadi TH)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WARTAWAN SULUH PAPUA MENGAKU DIINTIMIDASI SECURITY SAAT MELIPUT