DINAS GABUNGAN PAPUA SIDAK PEDAGANG DAGING SAPI

share on:
Dinas Peternakan Papua Saat Sidak Daging Sapi Disalah Satu Supermarket. (Jubi/Alex)
Dinas Peternakan Papua Saat Sidak Daging Sapi Disalah Satu Supermarket. (Jubi/Alex)

Jayapura, 25/7 (Jubi) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua, bersama pihak dinas Perindustrian, Balai POM dan Polisi Pamong Praja, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di lapak pedagang daging sapi yang sehari-harinya berjualan di wilayah Abepura, termasuk pasar Youtefa serta tiga Supermarket besar di wilayah itu.

Ketua Tim Sidak dari Dinas Peternakan dan Hewan Papua, Rafael Herry Nugroho, mengatakan sidak bertujuan meninjau tempat usaha dalam hal sanitasi dan higienitas para pelaku usaha yang menjual bahan makanan asal hewan. Karena pihak dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menginginkan tempat dan daging yang dijual benar-benar aman, sehat, dan halal bagi konsumen.

“Sejak subuh kita melakukan sidak di belasan kios yang menjual bahan pangan asal hewan, dalam hal ini daging sapi di wilayah Abepura. Kita inginkan tempat dan daging benar-benar aman, sehat utuh, dan halal alias Asuh bagi konsumen,” kata Nugroho kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Jumat (25/7).

Dari hasil sidak itu, masih ditemui sejumlah pedagang daging sapi yang belum memperhatikan sanitasi dan higienitas tempat penjualan dan barang dagangan mereka. Hal ini menurutnya bisa berakibat kurang baik bagi daging yang dijual dan konsumen yang mengkonsumsi daging itu nanti.

“Kita akan melakukan pembinaan kepada para pedagang daging sapi yang kedapatan tidak memperhatikan sanitasi dan higienitas,” ujarnya.

Selain daging sapi, jelas Rafael, dalam sidak kali ini pihaknya tidak hanya melihat daging sapi saja, tapi pangan asal hewan lainnya, seperti telur, dan bakso.

“Hasilnya terlihat kalau di supermarket, sanitasi dan higienitas relative bagus. Hanya di kios daging yang masih kurang bagus. Untuk itu kedepan kita akan bina. selain sanitasi dan higienitas, kami juga mengecek ketersediaan daging jelang lebaran,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan Papua, Petrus Pasereng mengatakan, dalam menghadapi hari raya Idul Fitri tahun ini, stok hewan tercukupi hingga dua bulan ke depan. Sementara dari segi harga ada penurunan.

“Adapun di tingkat pengecer itu terjadi kenaikan harga 10-15 persen, namun masih dalam batas terjangkau untuk masyarakat,” kata Petrus Pasereng. (Jubi/Alex)

Tags:
Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DINAS GABUNGAN  PAPUA SIDAK PEDAGANG DAGING SAPI