1.000 PERSONIL KEAMANAN GABUNGAN AMANKAN KKR AKBAR DI PAPUA

share on:
Ilustrasi Aparat Kepolisian (Jubi/Arjuna)
Ilustrasi Aparat Kepolisian (Jubi/Arjuna)

Jayapura, 25/7 (Jubi) – Sebanyak kurang lebih 1.000 personil gabungan Polisi dan TNI akan mengamakan berlangsungnya Kebaktian Kebangkitan Rohani (KKR) akbar dengan Thema Transformasi Papua yang dipimpin pendeta asal Amerika, Benny Hinn di Lapangan Pangkalan Udara (Lanud) Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (25/7).

Kapolda Papua, Brigadir Jenderal (Pol) Yotje Mende mengatakan, kurang lebih 720 an personil polisi yang diturnkan. Baik yang ada di lapangan maupun yang stand by pos.

“Kami sudah siap. Hari ini kami rapat dengan panitia dan besok kami akan apel di lokasi jam 09:00 WIT untuk siapkan pengamanan dan kami sudah siap semua. Kami harap untuk kepentingankemanusian dan keagamaan ini berjalan dengan baik. Anggota yang diturunkan semuanya kurang lebih 1.000 personil. Baik stand by pos maupun yang dilapangan,” kata Kapolda, Kamis (24/7).

Menurutnya, personil sebanyak itu sudah cukup untuk mengamankan jalannya KKR tersebut. “Brimob tiga SSK atau setara 300 personil. Kemudian  dari Batalion Lanud dan Kodam dua SSK. Jadi ada lima SSK stand by pos. dan anggota lapangan misalnya Sabara atau Lalu Lintas ada sekitar 300 an lah di lokasi,” ujarnya.

KKR yang dikabarkan menghabiskan dana mencapai Rp. 50 miliar itu menui pro an kontra dikalangan masyarakat Papua. Ketua Sinode Kingmi Papua, Benny Giay mengatakan, dari sisi pendeta, KKR itu tak masalah.

Pendeta KKR bisa membela diri jika pihaknya hanya dipanggil untuk membasmi dosa-dosa diri pribadi. Manusia yang otonom dari sentuhan ideologi dan kebijakan publik penguasa.

“Sambil mengutip ayat-ayat Alkitab, pihaknya bisa bersembunyi dan mengakui tidak ada urusan dengan lingkungan sosial yang dikendalikan para penguasa tadi melalui kebijakan publik degenerative yang mendatangkan penderitaan sosial yang tidak sedikit di pihak Papua selama bertahun-tahun,” kata Benny lewat opininya di tabloidjubi.com.

Hal kedua lanjut Benny, pendeta KKR itu punya yayasan dan program yang mereka harus biayai misalnya tim KKR nya, universitas, program radio, yang mereka percayakan kepada tim. KKR ini selain menjadi wadah pemberitaan, mereka gunakan untuk mencari dana merencanakan kegiatan KKR selanjutnya di negara lain dengan poster orang-orang Papua yang sedang menghadiri KKR-nya.

“Sehingga orang Papua dipakai lagi mencari dana untuk membiayai proyek lainnya. Kalau orang Papua bertanya kepada dia: ‘Tuan Hinn, apa dan mengapa dalam hal dana ini?’ Nanti pendeta KKR dengan enteng akan menjawab, Sory, Sory no free lunch. Kau harus bayar makan siang. Tidak ada makan siang gratis di dunia ini,” ujar Benny. (Jubi/Arjuna) 

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  1.000 PERSONIL KEAMANAN GABUNGAN AMANKAN KKR AKBAR DI PAPUA