MRP MENDUGA PENEMBAKAN DI PAPUA BERMOTIF KRIMINAL DAN BALAS DENDAM

share on:
Kantor MRP. (Jubi/Eveerth)
Kantor MRP. (Jubi/Eveerth)

Jayapura, 4/8 (Jubi) – Majelis Rakyat Papua (MRP), yang merupakan lembaga kultur orang Papua, menduga kekerasan dan penembakan yang terjadi di Bumi Cenderawasih selama ini kebanyakan bermotif kriminal dan balas dendam.

“Sejumlah kekerasan dan penembakan yang terjadi selama ini kebanyakan bermotif kriminal, karena perlakuan kelompok tersebut terhadap warga ataupun aparat keamanan bermuatan tindakan kriminal. Misalnya, membunuh dengan senjata api, menganiaya, bahkan merampas harta benda milik warga,” kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Agama Majelis Rakyat Papua (MRP), Samuel Waromi di Jayapura, Senin (4/8).

Menurut Samuel, pihaknya prihatin dan mengecam aksi penembakan yang kembali terjadi di sejumlah kabupaten di Papua belakangan ini. Menurutnya, aksi kekerasan yang kerap terjadi di Papua juga biasanya bermotif balas dendam, karena trauma masa lalu.

“Misalnya saja, mungkin pada masa lalu ada anggoa keluarganya yang dibunuh atau dianiaya,” ujarnya.

Dalam sepekan terakhir, penembakan kembali terjadi di wilayah Pegunungan Tengah Papua,  yakni Kabupaten Lanny Jaya. Penembakan pertama menewaskan dua angota polisi dan melukai dua lainnya. Penembakan berikutnya menyebabkan seorang anggota TNI terluka sehingga terjadi baku tembak antar prajurit TNI dengan kelompok sipil bersenjata (KSB). Lima orang anggota KSB diduga tewas tertembak dalam aksi tersebut.

Ketua DPR Papua Deerd Tabuni menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Deerd Tabuni mengaku tidak menduga penembakan akan sering terjadi di Kabupaten Lanny Jaya.

Deerd mempertanyakan ideologi perjuangan KSB, apakah berjuang untuk Papua merdeka ataukah karena ada faktor lain. Menurutnya, jika untuk Papua, tidak perlu lagi bergerilya. “Sebaiknya duduk bersama, antara masyarakat, pimpinan tertinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM), pemerintah, maupun pemerintah pusat untuk membahas masalah itu. Kalau hanya untuk kepentingan sekelompok orang, itu hanya akan merugikan masyarakat,” kata Deerd. (Jubi/Arjuna)

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  MRP MENDUGA PENEMBAKAN DI PAPUA BERMOTIF KRIMINAL DAN BALAS DENDAM