PEMPROV PAPUA SERAHKAN MATERI SIDANG KE DPRP

share on:
Sekda Papua, Hery Dosinaen. (Jubi/Alex)
Sekda Papua, Hery Dosinaen. (Jubi/Alex)

Jayapura, 11/8 (Jubi) – Pemerintah Provinsi Papua pada Senin (11/8) akan menyerahkan materi sidang ke pihak Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk dibahas dalam Sidang Paripurna Tahun Anggaran 2014.

“Semua materi sidang kita sudah siapkan, muda-mudahan hari ini kita serahkan ke DPRP untuk dibahas dalam sidang paripurna nanti,” kata Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Senin (11/8).

Menurut Hery, dengan diserahkannya semua berkas, saat ini pihaknya masih menunggu jadwal dari DPRP soal kapan sidang akan dilakukan. “Untuk jadwal, kami menunggu dari DPRP, karena jadwal yang menentukan adalah DPRP. Mudah-mudahan minggu ini sidang sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Saat ditanya apakah ada gambaran berapa jumlah anggaran yang diajukan dalam APBD perubahan, jelas Hery, Pemprov Papa hanya melakukan pergeseran anggaran saja, tidak ada penambahan yang signifikan. “Ada pergeseran anggaran saja, namun tidak ada penambangan yang signifikan,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRP, Yunus Wonda mengatakan, pihaknya telah siap untuk menggelar sidang Paripurna Tahun Anggaran 2014, hanya saja hal ini masih menunggu pihak Pemerintah Provinsi Papua memasukkan materi sidangnya.

“RPJ non APBD dan APBD Perubahan direncanakan dalam waktu dekat, karena materinya mungkin minggu depan baru masuk, dan LKPJ 2013 sudah masuk di Dewan, tinggal APBD Perubahan yang belum masuk,” kata Yunus Wonda.

Yunus mengaku, pihaknya telah berkordinasi dengan para pemangku kepentingan di Pemprov Papua untuk segera memasukkan materi yang diperlukan dalam sidang.

“Beberapa waktu lalu kami sudah lakukan pertemuan dengan Sekda, Asisten II dan mungkin minggu depan mereka sudah masukkan dan kita sudah bisa buat jadwal sidang. Jadi saat ini jadwal sidang belum ada,” ujarnya.

Dikatakannya, jika pelaksanaan sidang paripurna yang mungkin akan menjadi tugas terakhir mereka selama menjabat di periode 2009 hingga 2014, disadari oleh seluruh anggota dewan sebagai kewajiban yang harus mereka laksanakan.

“Komunikasi sudah dibangun dan anggota dewan samua tahu kalau itu jadwal sudah ada dan menjadi tanggungjawab anggota dewan. Untuk itu, sidang perubahan dan sidang induk harus diselesaikan dahulu,” tukasnya. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  PEMPROV PAPUA SERAHKAN MATERI SIDANG KE DPRP