SEKDA : DI PAPUA TIDAK ADA GESEKAN AKIBAT AGAMA

share on:
Suasana Perayaan Halal Bi Halal. (Jubi/Alex)
Suasana Perayaan Halal Bi Halal. (Jubi/Alex)

Jayapura, 14/8 (Jubi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Hery Dosinaen berpendapat, meskipun Papua sering terjadi konflik terutama di kawasan Pegunungan, namun tidak ada satupun dari insiden itu  diakibatkan sentimen  agama. Hal ini menunjukkan, toleransi beragama di bumi Cenderawasih sangat baik.  

“Kita bersyukur di Papua toleransi agama begitu erat. Meskipun ada gesekan banyak terjadi tetapi tidak ada satupun gesekan atas nama agama,” kata Hery Dosinaen saat peayaan Halal Bi Halal 1 Syawal 1435 Hijriah, Gedung Olahraga Cenderawasih Jayapura, Papua, Kamis (14/8).

Gubernur dengan visi misinya, Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera, ujar Hery, semua aparatur yang bertugas serta masyarakat dituntut untuk satukan hati membangun tanah Papua.

Di samping itu, lewat media cetak maupun elektronik, katanya, masyarakat  melihat, mendengar dan menyaksikan ada isu soal penyebaran ISIS, yang saat ini sedang bergema di seluruh dunia.

Menanggapi itu, tegas Hery, atas nama gubernur, dirinya menghimbau kepada semua komponen untuk sama-sama mewaspadai isu tersebut itu dan tidak terprovokasi.

“Alangkah indahnya kita hidup dalam kedamaian dan penuh kasih sayang. Untuk itu, lewat Halal Bi Halal ini, kita semua dengan rendah hati membuka dan saling memaafkan satu sama lain. Kita semua tidak ada perbedaan, kita semua sama di atas tanah ini untuk membangun bumi Cendrawasih tercinta ini,” tegasnya.

Saat ini, lanjutnya,  Pemerintah Provinsi Papua bersama stakeholder lainnya sedang giat dengan berbagai aktivitas, salah satunya HUT RI ke-69. “Untuk itu, kita semua akan terfokus pada satu titik, yakni upacara pengibaran bendera. Saya harap bisa berjalan baik dan aman,” tambahnya.

Pada kesempatan itu juga, Hery Dosinaen menyampaikan terimakasih kepada semua komponen yang telah membantu Pemerintah Papua dalam membangun tanah Papua. “Semoga Halal Bi Halal tahun ini bisa membawa satu hikmah luar biasa dan kita semua bisa berjalan dalam satu keutuhan menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera,” katanya.

Sementara itu, Ustad Saiful Islam Al Payage lewat khotbahnya mengatakan, nasib seseorang tidak ada yang tau, tetapi jika tekun berdoa Allah pasti akan memberikan jalan terbaik bagi umatnya.

“Saya sangat bahagia Halal Bi Halal tahun ini banyak orang asli Papua yg terlibat. Ini membuktikan tolerasi umat beragama di Papua sangat baik. Saya selalu mendoakan anak-anak asli Papua menjadi sukses. Semoga kedepan ada yang menjadi presiden, menteri, dan tokoh nasional,” kata Payage.

Sekedar untuk diketahui, perayaan Halal Bi Halal Pemerintah Provinsi Papua bersama TNI/Polri dan masyarakat 2014, diisi dengan penyerahan bantuan kepada Pondok Pesantren Tarbiyah, Darul Ilmi, Alpayage, Almuktadin, Komunitas Muslim Pegunungan, Panti asuhan Laskar Kristus, Panti asuhan Kerahiman, Panti Jompo, dan tuna netra. (Jubi/Alex)

Editor : Syam Terrajana
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  SEKDA : DI PAPUA TIDAK ADA GESEKAN AKIBAT AGAMA