UPACARA KEMERDEKAAN RI TETAP DILAKUKAN PADA 17 AGUSTUS

share on:
Sekda Papua, Hery Dosinaen. (Jubi/Alex)
Sekda Papua, Hery Dosinaen. (Jubi/Alex)

Jayapura, 14/8 (Jubi) – Atas dasar surat Mendagri nomor : 003.1/27/60/D.II 14 Agustus 2014, perintah dari Menteri Dalam Negeri, pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 tetap dilaksanakan pada 17 Agustus, yaitu pada hari Minggu.

“Memang sebelumnya Pemerintah Provinsi Papua telah mengajukan permohonan ke Pemerintah Pusat untuk meminta khusus untuk Papua pelaksanaan upacara kemerdekaan ditunda ke 18 Agustus 2014, namun tadi surat dari Mendagri baru masuk dan memerintahkan agar upacara pengibaran bendera tetap dilaksanakan pada 17 Agustus, mengingat sejarah detik-detik proklamasi jatuh pada tanggal tersebut. Jadi pelaksanaan upcara tetap dilakukan pada Minggu pagi, di Stadion Mandala,” kata Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen kepada wartawan, di Jayapura, Papua, Kamis (14/8) malam.

Mengingat Minggu merupakan hari ibadahnya umat Nasrani, ujar Hery, para pemimpin Gereja dapat menyesuaikan waktu untuk ibadah masing-masing, namun pelaksanaan pengibaran bendera merah putih untuk memperingati HUT RI ke-69 tetap akan dilakukan pada 17 Agustus, Pukul 10.00 WIT. “Kami selaku Pemerintah Provinsi Papua meminta maaf soal adanya kabar ini. Mengingat pelaksaaan upacara kemerdekaan jatuh pada Minggu, para pemimpin gereja dapat menyesuaikan waktu untuk ibadah,” ujarnya.

Saat ditanya apakah perubahan ini mengganggu persiapan panitia 17 Agustus Papua, kata Hery, justru persiapan awal memang untuk hari Minggu, jadi perubahan ini tidak terlalu mengganggu, termasuk juga rencana aksi terjun payung.

“Tadi saya sudah panggil beberapa seksi untuk menanyakan bagaimana kesiapan pada hari Minggu. Kemarin dengan pertimbangan tentang otonomi Khusus dan umat beribadah pada hari minggu, kita ambil keputusan untuk pelaksanaan pada tanggal 18. Tapi dari pemerintah pusat melalui Kemendagri memberikan keputusan, pelaksanaannya tetap 17 Agustus, hari minggu jam 10.00 WIT,” jelasnya.

Diakuinya, memang ada beberapa kabupaten di pedalaman Papua, pada Minggu tidak ada aktifitas, termasuk penerbangan, apalagi kalau upacara seperti ini. “Tetapi ini semua bisa memaklumi dan menerima ini, bahwasannya pengibaran bendera Merah Putih tetap pada 17 Agustus,” tambahnya.

Ditambahkannya, untuk kabupaten/kota, pemerintah provinsi akan mengirimkan radiogram pada hari ini dan besok, dan ada juga via telepon, untuk memberi tahu kalau pelaksanaan upacara bendera tetap dilaksanakan pada Mingu, 17 Agustus 2014.

“Malam ini kami akan segera mengirim radiogram ke kabupaten/kota untuk memberitahu adanya perubahan ini. Mudah-mudahan hari ini sudah terkirim semua. Saya kira ini adalah peraturan negara yang memang harus diikuti. Saya sudah menyuruh Karo Hukum untuk mengkaji, dan memang ada ketentuan tidak bisa pergeseran hari, hanya bisa terjadi perubahan tatup, tapi kalau pergeseran hari tidak dimungkinkan,” katanya.

Sesuai dengan isi surat dari Mendagri yang ditandatangani Dirjen Kesatuan bangsa dan Politik Kemendagri, A. Tanribalil mengatakan, sehubungan dengan surat Gubernur Papua Nomor : 003.1/9503/SET tanggal 12 Agustus 2014 perihal permintaan ditundanya pelaksanaan Hari Ulang Tahun ke-69 kemerdekaan Republik Indonesia pada hari Senin tangga 18 Agustus 2014.

Berkenaan hal tersebut, diharapkan agar pelaksanaan hari Ulang Tahun ke 69 kemerdekaan Republik Indonesia tetap dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2014, mengingat sejarah detik-detik proklamasi jatuh pada tanggal 17 Agustus. Untuk pelaksanaan kegiatan ibadah hari minggu tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan waktu setelah pelaksanaan upacara bendera. Hal ini juga dilakukan di beberapa Provinsi/Kabupaten/Kota yang juga mayoritas beragama Kristen. (Jubi/Alex)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  UPACARA KEMERDEKAAN RI TETAP DILAKUKAN PADA 17 AGUSTUS