KEPALA SEKOLAH SDN ENTROP LARANG SISWI MENGENAKAN JILBAB

share on:
SEKOLAH YANG MELARANG MEMAKAI JILBAB(JUBI/SINDUNG)
SEKOLAH YANG MELARANG MEMAKAI JILBAB(JUBI/SINDUNG)

Jayapura, 15/8 (Jubi) – Karena mengenakan jilbab di sekolah, Faradilah, seorang siswi SDN Entrop kelas V, Jayapura Selatan, Kota Jayapura terancam dikeluarkan secara sepihak oleh Kepala Sekolahnya.

“Hari ini, saya telah dipanggil pihak sekolah dan besok saya harus mengambil surat pindah yang ditandatangani oleh pihak sekolah. Sekarang saya mau menemui Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Jayapura,” ungkap Iwan, orang tua Faradilah saat ditemui di Kantor Walikota Jayapura, Kamis (14/8) siang.

Iwan mengaku, sebelumnya dirinya mengaku telah bertemu Kepala Sekolah SD Negeri Entrop. Dalam pertemuan tersebut  dirinya diminta agar memindahkan anaknya ke sekolah yang sejenis jika ingin terus memakai jilbab.

Iwan menyesalkan keputusan Kepala Sekolah SD Negeri Entrop yang tidak membolehkan anaknya memakai jilbab. “Ini kan sekolah negeri. Jadi,saya pikir tidak ada larangan dan ibu guru tidak bisa tunjukkan saya aturan tertulis pelarangan memakai jilbab,” kata Iwan.

Barsalina Hamadi, Kepala Sekolah SD Negeri Entrop, saat dikonfirmasi terkait adanya laporan pelarangan murid memakai jilbab, langsung menolak untuk diwawancarai.  “Saya tidak melayani wartawan,” jawabnya pendek, sambil  masuk ke ruang kepala sekolah, Jumat (15/8) siang

Menanggapi kasus itu, Pemerintah Kota melalui Wakil Walikota Jayapura,H Nur Alam mengungkapkan, jika sekolah tersebut adalah sekolah negeri atau milik pemerintah, maka aturan seperti itu tidak boleh dilakukan.

“Kalau ada sekolah yang melarang siswi berjilbab atau memindahkan siswi berjilbab,  itu tidak boleh. Saya kira kalau sekolah milik pemerintah, tidak boleh melarang  siswi berjilbab. Kalau sekolah swasta bisa jadi menerapkan aturan larangan berjilbab bagi muridnya. Kalau ada hal hal seperti itu, Pemerintah Daerah harus mengambil tindakan,”kata Alam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Robert Betaubun, mengungkapkan bahwa dalam pendidikan tidak boleh mengangkat hal-hal yang diskriminatif. Khususnya diskriminasi  dalam agama dan golongan. “Saya akan panggil kepala sekolah untuk mengklarifikasi,” tukas Betaubun. (Jubi/Sindung).

Editor : Oyos Saroso HN
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  KEPALA SEKOLAH SDN ENTROP LARANG SISWI MENGENAKAN JILBAB