WARGA TIMIKA DIAJAK TETAP TENANG JALANI AKTIVITAS SEPERTI BIASA

share on:
Anggota satuan Brimob sangat mengatisipasi kelompok masyarakat dalam penyerangan ke arah Gorong-gorong, Timika - Papua, Rabu,  13 Agustus 2014 (Jubi/Istimewa)
Anggota satuan Brimob sangat mengatisipasi kelompok masyarakat dalam penyerangan ke arah Gorong-gorong, Timika – Papua, Rabu, 13 Agustus 2014 (Jubi/Istimewa)

Timika, 14/8 (Jubi) – Penjabat Bupati Mimika, Ausilius You menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Timika, Kabupaten Mimika agar tetap tenang dalam menjalani aktivitas masing-masing seperti biasa.

“Kita tidak perlu terprovokasi dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi, karena hanya akan menimbulkan hal-hal yang tidak menguntungkan ke depannya. Situasi tetap harus berjalan kondusif seperti hari-hari biasanya,” kata Ausilius kepada wartawan saat ditemui di Pendopo Rumah Negara, Kelurahan Karang Senan SP3, Timika, Kamis (14/8).

Ausilius juga meyakini, masyarakat Kabupaten Mimika merupakan masyarakat cerdas, yang mampu mengendalikan diri, mampu mengamankan diri dan mampu menunjukkan wajah Mimika menjadi lebih baik. “Kepada seluruh masyarakat untuk tidakikuti segala isu-isu yang berkembang di lapangan. Jaga agar situasi tetap kondusif,” katanya.

Menurut Ausilius, pihaknya mangajak masyarakat agar lebih memusatkan konsentrasi agar bagaimana secara bersama mempersiapkan diri merayakan HUT RI yang ke-69. “Acara itu akan diselenggarakan pada Senin (18/8) mendatang,” katanya.

Ausilius juga meminta seluruh kepala distrik maupun para kepala kampung dan lurah, hendaknya mengerahkan masyarakat untuk menata persiapan pembangunan di wilayah masing-masing.

“Untuk masalah keamanan setiap wilayah sudah saya sampaikan kepada Dandim 1710 Timika dan Kapolres, agar tetap menempatkan setiap anggotanya di titik-titik rawan. Sehingga aktivitas kota tetap berjalan dengan baik. Jadi, masyarakat diharapkan tetap beraktivitas seperti biasa saja dan hilangkan pikiran-pikiran negatif,” ujarnya.

Sebanyak 22 orang saat ini ditahan di Polsek Mimika Baru (Miru), yang terkait kepemilikan senjata tajam dan juga anak panah. Aparat keamanan minta warga untuk tidak lagi membawa-bawa senjata tajam. “Mereka ditahan saat razia yang dilakukan sejak Rabu (13/8) dibeberapa titik di Kota Timika dan sekitarnya,” kata Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini.

Jermias mengatakan, saat ini mereka masih diamankan dan terus dimintai keterangannya oleh penyidik di Polsek Miru. Selain menahan 14 orang, polisi juga menyita puluhan senjata tajam termasuk anak panah jenis wayar. “Kami dibantu TNI hingga kini terus mengimbau masyarakat agar tidak lagi membawa-bawa senjata tajam apa pun alasannya dan serahkan masalah keamanan ke aparat keamanan untuk menanganinya,” harapnya.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan satu anggota polisi dari Detazemen Brimob Polda Papua, sempat terkena panah di betis kanan ketika melakukan penanganan bentrok antar warga di daerah Gorong-gorong, Mimika, Papua.

“Yang jadi korban tidak hanya masyarakat, tapi juga polisi. Satu anggota Brimob kena panah atas nama Brigadir Satu (Pol) Frans Tokoro. Untuk warga yang meninggal dunia sudah enam orang. Kemarin sore satu orang lagi ditemukan meninggal atas nama Asso Jikwa,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua, Komisaris Besar (Pol) Sulistyo Pudjo, Kamis (14/8).

Menurutnya, korban luka-luka kini sudah mencapai 12 orang. Kebanyak diantaranya terkena panah. Mereka yakni Siti Itina, Syaiful, Ahmad, Lius Wetapo, Thomas Murib, Max Murib, Penias Asso, Pela Wenda, Des Jikwa, Jis Kogoya, Matias Waker, La Ene.

Terkait konflik di Timika, demi memberikan keyakinan rasa aman beraktivitas pasca situasi sosial Kota Timika yang nyaris ricuh pada, Senin – Rabu (11-13/8), Waka Polda Papua, Brigjend Pol. Paulus Waterpauw menegaskan, kalau kondisi Kota dan Kabupaten Mimika kini kondusif atau sudah dikendalikan aparat keamanan secara perlahan.

“Seperti yang sudah disampaikan Kapolres Mimika tadi, terkait situasi terakhir Timika. Jadi sampai hari ini sudah bisa dikendalikan situasinya,” tandas Waterpauw kepada lapisan Tokoh Masyarakat dan Muspida serta wartawan di Pendopo Rumah Negara, Kampung Karang Senang, SP3, Timika, Kamis (14/8).

Penjabat Bupati Mimika Ausilius mengumpulkan para tokoh masyarakat di wilayah itu untuk membahas langkah-langkah yang diambil dalam rangka memulihkan kembali situasi kamtibmas yang sempat memanas beberapa hari terakhir.

Pertemuan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Mimika di Kampung Karang Senang-SP3, Kamis siang, dihadiri oleh Waka Polda Papua Brigjen Polisi Paulus Waterpauw dan Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Supartodi.

Dalam pertemuan itu, para tokoh masyarakat lintas suku, baik Papua maupun non Papua untuk menghentikan segala bentuk kekerasan, apalagi konflik horizontal antarwarga dan menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus-kasus pembunuhan yang terjadi beberapa hari terakhir kepada pihak berwenang.

Hingga malam ini warga Kota Timika sedikit mencekam suasana, walaupun sudah mulai normal warga Timika dalam beraktivitas, akan tetapi banyak sms dan isu – isu penyerangan sesama warga yang dimainkan oleh orang – orang tertentu, sehingga pihak kepolisian memastikan dan mengajak warga tidka terhasut pesan – pesan handpone yang menyesatkan, melainkan tetap tenang. Polisi sendiri terus terlihat melakukan penjagaan bersama aparat gabungan TNI/Polri di beberapa tit8ik – titik daerah yang dianggap rawan. (Jubi/Eveerth)

Editor : CUNDING LEVI
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  WARGA TIMIKA DIAJAK TETAP TENANG JALANI AKTIVITAS SEPERTI BIASA